Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menekankan betapa krusialnya pengembangan karakter anak di era digital saat ini. Ia percaya bahwa karakter yang baik tidak bisa digantikan oleh teknologi ataupun kecerdasan buatan, seperti yang disampaikan saat pembukaan Kejuaraan Drumband Piala Bupati Klaten 2026 di Graha Bung Karno.
Dalam acara tersebut, Hamenang membuka lomba dengan memukul bas drum yang menghasilkan dentuman menggema, menciptakan suasana yang meriah. Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah mempermudah anak-anak dalam meraih prestasi, namun tetap ada nilai yang tak ternilai dalam penanaman disiplin dan kerja sama.
Hamenang menegaskan pentingnya penanaman nilai-nilai positif seperti disiplin dan kolaborasi, yang harus dimulai sejak dini. Meskipun teknologi memberikan kemudahan, karakter yang baik tetap merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak.
Peranan Drumband dalam Membangun Karakter Anak Sejak Dini
Drumband dianggap sebagai media yang tepat untuk menyampaikan nilai-nilai tersebut. Dalam setiap penampilan drumband, jika salah satu pemain melakukan kesalahan, seluruh tim akan terpengaruh dan hal ini menekankan pentingnya kerja sama.
Menurut Hamenang, hal ini mencerminkan betapa indahnya kolaborasi. Setiap individu dalam tim harus berpartisipasi dan berkontribusi untuk menciptakan penampilan yang harmonis.
Kejuaraan drumband ini diikuti oleh 23 tim dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Klaten, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Dengan berbagai tim yang berpartisipasi, acara ini diharapkan dapat menjadi ajang kompetisi yang sehat dan menyenangkan bagi anak-anak.
Ketua Lomba Drumband, Darmadi, mengungkapkan bahwa peserta terdiri dari 18 grup tingkat SD dan lima grup tingkat SMP. Hal ini menunjukkan keberagaman bakat yang ada di Klaten.
Lebih dari sekadar lomba, Darmadi berharap bahwa acara ini dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kebanggaan di kalangan anak-anak. Melalui lomba ini, tidak hanya juara yang dicari, tetapi juga pendidikan nilai-nilai positif.
Hari Pendidikan dan Momen Penting dalam Kegiatan Lomba
Kegiatan lomba drumband ini diadakan sebagai bentuk peringatan tiga momen penting. Momen tersebut antara lain adalah Hari Pendidikan Nasional, Hari Jadi Kabupaten Klaten, dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Darmadi berharap tidak hanya menonjolkan prestasi, tetapi juga dapat menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan kerjasama di lingkungan anak-anak. Dengan semangat ini, semua peserta diharapkan dapat merasakan pengalaman berharga.
Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan tema dan konsep yang beragam. Salah satu peserta, Safia dari SD Negeri 2 Rejoso, merasa bangga bisa mewakili sekolahnya.
Safia menyatakan bahwa meskipun ada rasa khawatir menjelang lomba, ia tetap bersemangat. Timnya berlatih setiap hari setelah sekolah untuk mempersiapkan penampilan terbaik.
Proses latihan bagi Safia tak lepas dari tantangan. Ia mengaku kesulitan menghafal gerakan dan mempelajari berbagai rangkaian yang harus dilakukannya selama tampil.
Kesulitan dan Kebanggaan dalam Berlatih Drumband
Dalam perjalanan latihan, Safia menemukan banyak kesulitan. Hal tersebut sangat menantang, terutama dalam menghafal gerakan dan aspek lainnya.
Ia mengakui bahwa proses tersebut bukanlah hal yang mudah, namun selalu ada kepuasan tersendiri ketika bisa mewakili sekolah. Setiap pemain harus saling mendukung agar tampil dengan baik.
Dengan membawa tema laut, timnya mencoba memberikan penampilan yang menarik dan berbeda. Hal ini menunjukkan kreativitas yang tinggi, dan Safia merasa bangga akan hal itu.
Bagi anak-anak yang ikut serta, lomba drumband ini bukan hanya ajang berkompetisi, tetapi juga kesempatan untuk belajar tentang kerja sama dan komunikasi. Pengalaman ini menjadi bagian dari pertumbuhan mereka sebagai individu.
Sebuah lomba yang sukses tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari bagaimana proses yang dilalui setiap peserta di dalamnya. Pembelajaran ini menjadi bekal penting untuk masa depan anak-anak.














