Kementerian Agama Republik Indonesia akan menyelenggarakan sidang isbat untuk penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada 17 Mei mendatang. Sidang ini bertujuan untuk menentukan tanggal Hari Raya Idul Adha kita yang akan datang dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Dalam sidang yang akan berlangsung, berbagai ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi akan berkumpul untuk merumuskan keputusan. Proses penetapan ini penting agar umat Islam di Indonesia memiliki kesatuan dalam merayakan hari besar keagamaan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa proses ini melibatkan dua pendekatan utama. Pendekatan tersebut adalah hisab, yaitu perhitungan astronomi, dan rukyat, yang merupakan pengamatan hilal secara langsung.
Peran Hisab dan Rukyat dalam Penetapan Awal Zulhijah
Abu Rokhmad menyatakan bahwa kedua pendekatan ini saling melengkapi. Hisab memberikan gambaran awal mengenai posisi hilal, sementara rukyat berfungsi sebagai konfirmasi melalui pengamatan faktual di berbagai lokasi di Indonesia.
Sebelum sidang isbat dimulai, rangkaian acara diawali dengan seminar yang akan memaparkan posisi hilal. Seminar tersebut akan menyajikan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, yang akan diadakan secara terbuka bagi publik.
Setelah seminar tersebut, panitia akan mengumpulkan laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi-lokasi pengamatan. Laporan ini penting untuk memastikan keakuratan penetapan awal Zulhijah secara resmi.
Proses Sidang Isbat dan Keputusan Resmi
Dalam sidang isbat, Menteri Agama akan memimpin pertemuan dengan mendengarkan berbagai masukan dari peserta yang hadir. Proses ini bertujuan untuk menghasilkan keputusan yang sudah mempertimbangkan banyak aspek demi keutuhan umat Islam.
Setelah mendengarkan berbagai pendapat, penetapan awal Zulhijah akan diumumkan secara resmi. Hal ini memberi kepastian kepada umat dalam menjalani ibadah puasa dan perayaan hari besar keagamaan.
Menurut pihak Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mereka telah menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah untuk tahun 1447 Hijriah. Penetapan ini diambil berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal.
Pentingnya Kesatuan dalam Merayakan Idul Adha
Dalam menjalankan ibadah, kesatuan merupakan aspek yang sangat penting bagi umat Islam. Penetapan yang jelas tentang awal Zulhijah akan menciptakan kebersamaan dalam menjalankan ibadah, termasuk perayaan Hari Raya Idul Adha yang akan datang.
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, mereka menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M. Keputusan ini sudah diperhitungkan dengan cermat berdasarkan hasil hisab yang dilakukan.
Sejalan dengan penetapan tersebut, Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijah akan bertepatan pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026. Sedangkan Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah akan dirayakan pada Rabu Wage, 27 Mei 2026.










