Di tengah kesibukan kehidupan perkotaan, masyarakat sering kali mengabaikan potensi besar yang dapat dihasilkan dari sampah. Salah satu contoh nyata dari pemberdayaan masyarakat adalah inisiatif yang diambil oleh Nadzifah, seorang warga Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Melalui gerakan bank sampah, dia tidak hanya berusaha mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan peran perempuan dalam masyarakat.
Dengan semangat yang menggebu, Nadzifah memanfaatkan bank sampah sebagai platform untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan dan potensi luar biasa. Tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah belaka, dia berusaha untuk menjadikan perempuan sebagai penggerak utama dalam perubahan sosial dan lingkungan.
“Perempuan itu seharusnya bisa menggerakkan lingkungan, dan mereka berkontribusi dalam berbagai aspek,” ungkap Nadzifah, yang akrab disapa Ifa. Dengan pendekatan ini, dia berharap dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terlibat aktif dalam memberdayakan diri mereka dan masyarakat sekitar.
Inisiatif Pemberdayaan Perempuan Melalui Bank Sampah
Nadzifah telah menjadi salah satu finalis dalam program Pilah Olah Sampah Heroes 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Program ini bertujuan untuk mengapresiasi individu yang beraksi nyata dalam menjaga lingkungan dan memotivasi warga untuk lebih peduli terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.
Melalui partisipasinya dalam program tersebut, Nadzifah membagikan berbagai pengalaman berharga selama mengelola Bank Sampah Kelapa. Dia merasa tergerak untuk meneliti lebih lanjut tentang peran perempuan, yang sebagian besar anggota pengurus bank sampah adalah perempuan, serta menjadikan mereka sebagai modal sosial dalam mengelola lingkungan.
Dengan fokus pada perempuan, Nadzifah berharap bahwa inisiatif ini bisa memberikan pengakuan yang lebih besar terhadap kontribusi perempuan dalam masyarakat. Selama ini, banyak pihak yang tidak menyadari bagaimana peran perempuan sangat penting dalam menjaga dan mengelola sumber daya di lingkungan mereka.
Pengelolaan Minyak Jelantah sebagai Sumber Manfaat
Tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, Nadzifah juga ingin memberdayakan Posyandu melalui hasil pengolahan minyak jelantah. Dia percaya bahwa minyak jelantah, yang sering dianggap sebagai limbah, dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebaikan masyarakat. “Saya ingin minyak jelantah ini bisa membawa manfaat bagi banyak orang,” katanya dengan penuh harapan.
Dari setiap keuntungan yang diperoleh dari penjualan minyak jelantah, Nadzifah sepakat untuk menyisihkan 25-30 persen dari total hasil tersebut untuk disalurkan kepada Posyandu. Dengan cara ini, dia berharap dapat meningkatkan gizi anak-anak serta memfasilitasi kegiatan di Posyandu.
Inisiatif ini tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengelola limbah, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Dengan memanfaatkan hasil dari pengolahan minyak jelantah, dia dapat membeli sayuran segar yang kemudian dibagikan kepada peserta Posyandu, memastikan bahwa mereka menerima gizi yang cukup.
Membangun Kesadaran Lingkungan dan Pendidikan di Masyarakat
Sebagai seorang aktivis lingkungan, Nadzifah memiliki visi yang jauh lebih besar dari sekadar pengelolaan sampah. Dia ingin menjadikan pengelolaan sampah sebagai sarana untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. “Kami berharap anak-anak dan remaja bisa terlibat dalam penelitian sederhana di Bank Sampah Kelapa,” ujarnya.
Nadzifah berencana untuk mendanai riset yang dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa, agar mereka bisa belajar langsung tentang pentingnya pengelolaan limbah dan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan cara ini, pendidikan dapat lebih dekat dengan praktik nyata yang terjadi di masyarakat.
Sejak didirikan pada Oktober 2025, Bank Sampah Kelapa telah berhasil mengumpulkan lebih dari 85 nasabah serta 4,6 ton sampah anorganik dan 1.000 liter minyak jelantah. Capaian ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi dan kesadaran yang kuat, perubahan positif dalam pengelolaan lingkungan dapat tercapai.















