• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, October 15, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Health

Bandara H Asan Sampit Ditutup Selama Oktober Akibat Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Malino SPDI by Malino SPDI
October 14, 2026
in Health
0
Bandara H Asan Sampit Ditutup Selama Oktober Akibat Asap Kebakaran Hutan dan Lahan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit, yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terhenti akibat kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Penutupan bandara ini sudah berlangsung sejak 22 September dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda pemulihan operasional penerbangan.

Kondisi ini memang disebabkan oleh jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan. Hingga hari Rabu, jarak pandang masih di bawah batas aman yang ditetapkan untuk penerbangan yang memerlukan jarak pandang minimal dua ribu meter.

READ ALSO

Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel Diduga Dipicu Tabung Gas LPG

Pejabat BNPB Ditangkap KPK Diduga Terkait Dana Siap Pakai Bencana

Sebuah laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan bahwa jarak pandang dari pagi hingga siang berkisar antara 500 hingga 800 meter. Angka ini berpotensi menurun drastis pada sore hari, meningkatkan risiko bagi penerbangan yang beroperasi di lapangan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, menjelaskan bahwa penghentian penerbangan adalah langkah yang diambil demi menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat. Penutupan total bandara direncanakan akan berlangsung sepanjang bulan Oktober, menambah ketidakpastian bagi masyarakat yang bergantung pada layanan penerbangan.

Jarak pandang yang kritis di sore hari bahkan tercatat kurang dari 100 meter, melahirkan kekhawatiran akan keselamatan operasional transportasi udara. Kondisi ini jelas tidak sesuai dengan persyaratan yang berlaku untuk penerbangan yang aman.

Dampak Penutupan Bandara Terhadap Mobilitas Warga

Penutupan operasional Bandara H Asan Sampit sangat berdampak pada mobilitas masyarakat lokal. Mereka yang membutuhkan perjalanan cepat ke luar daerah harus mencari alternatif perjalanan melalui jalur darat yang lebih panjang. Misalnya, perjalanan ke Banjarmasin kini memakan waktu sekitar sembilan jam.

Alternatif jalur darat ini jelas menjadi kendala bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan mendesak. Warga yang biasanya mengandalkan penerbangan harus siap menghadapi perjalanan yang melelahkan dan memakan waktu lebih lama.

Kondisi ini juga mengguncang sektor ekonomi lokal, di mana para pebisnis dan investor yang biasa memanfaatkan penerbangan terpaksa merombak agenda perjalanan mereka. Ini menunjukkan bahwa layanan transportasi udara bukan hanya sekedar fasilitas, tetapi juga merupakan bagian integral dari perekonomian daerah.

Raihansyah lebih lanjut menyatakan bahwa dampak penutupan bandara akan lebih luas, mencakup sektor-sektor lain yang selama ini bergantung pada penerbangan. Mobilitas yang terhambat ini diharapkan tidak berlangsung lama, dengan harapan kondisi cuaca segera membaik.

Dalam suasana seperti ini, masyarakat sangat berharap akan adanya pembenahan dari pemerintah dan pihak terkait untuk mengatasi masalah kebakaran hutan yang menjadi penyebab kabut asap serta penutupan bandara.

Penyebab Utama Jarak Pandang yang Berkurang

Salah satu penyebab utama dari berkurangnya jarak pandang di wilayah tersebut adalah kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan sekitarnya. Meski beberapa titik kebakaran telah mulai berkurang, kebakaran di wilayah lain masih menjadi masalah yang signifikan. Kabut asap dari tempat lain juga diperkirakan ikut berkontribusi terhadap penurunan jarak pandang.

Pemadaman kebakaran lahan diharapkan dapat dipercepat, tetapi tantangan cuaca dan faktor lain dapat membuat proses ini lebih sulit. Kebakaran hutan sering kali menjadi masalah tahunan, dan pengendalian karhutla perlu dilakukan secara konsisten dan terencana.

Kepala Dishub Kotim juga menegaskan bahwa situasi ini bukan hanya terkait dengan kebakaran lokal, tetapi juga mempengaruhi daerah sekitarnya. Asap yang terbawa angin dari jarak jauh bisa jadi menjadi penyebab kabut yang lebih pekat.

Penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai dampak jangka panjang dari kebakaran hutan dan bagaimana pencegahan dapat dilakukan. Dengan pendekatan yang lebih baik, diharapkan bisa meminimalisir dampak dari insiden serupa di masa mendatang.

Penanganan karhutla yang terintegrasi dan sistematis merupakan langkah yang krusial. Hal ini bukan hanya demi keselamatan penerbangan namun juga keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada kondisi lingkungan yang sehat.

Strategi dan Upaya Pemulihan yang Diperlukan

Di tengah situasi ini, diperlukan strategi pemulihan yang adaptif untuk mengatasi dampak penutupan bandara. Ini termasuk pemantauan terintegrasi terhadap kualitas udara dan penggunaan teknologi terkini untuk memprediksi pola kabut asap. Penggunaan data meteorologi yang akurat akan sangat membantu dalam pengambilan keputusan terkait penerbangan.

Pemerintah daerah juga perlu merumuskan kebijakan untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran dan rehabilitasi lahan yang terbakar. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga non-pemerintah, sangat diperlukan untuk mendukung upaya ini.

Dokumen dan rencana aksi yang mengedepankan dampak sosial dan ekonomi bisa menjadi paduan dalam mengatasi masalah ini. Bekerja sama dengan masyarakat lokal merupakan langkah penting untuk menciptakan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Inisiatif pendidikan bagi masyarakat terkait pola pengelolaan hutan dan lahan yang benar juga menjadi aspek penting dalam membangun kesadaran ekologis. Menciptakan generasi yang sadar akan lingkungan adalah investasi jangka panjang bagi kelestarian kawasan hutan.

Kesinambungan antara kebijakan lingkungan dan pembangunan ekonomi sangat penting untuk menciptakan keseimbangan. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan risiko bencana seperti kebakaran hutan dapat diminimalisir, dan mobilitas masyarakat dapat kembali normal.

Tags: AkibatAsanAsapBandaradanDitutupHutanKebakaranLahanOktoberSampitSelama

Related Posts

Kebakaran di Kemayoran Menewaskan Penghuni Kos Sedang Diselidiki Polisi
Health

Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel Diduga Dipicu Tabung Gas LPG

October 14, 2026
Pejabat BNPB Ditangkap KPK Diduga Terkait Dana Siap Pakai Bencana
Health

Pejabat BNPB Ditangkap KPK Diduga Terkait Dana Siap Pakai Bencana

October 13, 2026
Tekan Inflasi Bahan Pokok, Pemprov Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah
Health

Tekan Inflasi Bahan Pokok, Pemprov Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah

October 13, 2026
Jejak Aries Syahbudin Dipuji Prabowo Atasi Mudik dengan Baik
Health

Jejak Aries Syahbudin Dipuji Prabowo Atasi Mudik dengan Baik

October 12, 2026
Minim Dukungan, Relawan Karhutla Tanjung Puting Menghadapi Kewalahan
Health

Minim Dukungan, Relawan Karhutla Tanjung Puting Menghadapi Kewalahan

October 12, 2026
Festival Jalan Jaksa di Kebon Sirih Hadirkan Nostalgia Tahun 80-an ke BSA
Health

Festival Jalan Jaksa di Kebon Sirih Hadirkan Nostalgia Tahun 80-an ke BSA

October 11, 2026
Next Post
Profil Martha Tilaar, Perempuan di Balik Perjalanan Kosmetik Sariayu

Profil Martha Tilaar, Perempuan di Balik Perjalanan Kosmetik Sariayu

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

May 21, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026

EDITOR'S PICK

Jemaah An-Nadzir Gowa Melaksanakan Salat Idul Adha Hari Ini

Jemaah An-Nadzir Gowa Melaksanakan Salat Idul Adha Hari Ini

May 26, 2026
Wakapolri Dukung Irjen Susilo Teguh Raharjo Bergabung dengan UBISA

Wakapolri Dukung Irjen Susilo Teguh Raharjo Bergabung dengan UBISA

August 3, 2026
KPK Siap Hadapi Praperadilan Pegawai BPK Sumsel Tersangka Suap

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Infrastruktur Sumut

October 7, 2026
Peringatan Hari Lahir Pancasila Dipimpin Prabowo

Peringatan Hari Lahir Pancasila Dipimpin Prabowo

June 1, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel Mengakibatkan Beberapa Warga Terluka dan Ruko Rusak
  • Eks Kadis ESDM Jatim Didakwa Menerima Pungli Izin Tambang Senilai Rp4,09 M
  • Rekam Jejak Kebakaran Hutan dan Lahan Selama Enam Tahun
  • Ledakan di Pasar Cimanggis, 8 Warga Mengalami Luka-luka
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In