• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, October 15, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

IHSG Turun 2 Persen, Berikut Penyebabnya

Malino SPDI by Malino SPDI
October 15, 2026
in Lifestyle
0
IHSG Turun 2 Persen, Berikut Penyebabnya
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan pada perdagangan hari ini, menunjukkan ketidakstabilan pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dengan indeks berada di level 5.823,87, terjadi penurunan sebesar 119,16 poin atau 2% dari pembukaan sebelumnya.

Pada awal perdagangan, IHSG menunjukkan tanda-tanda kelumpuhan dengan pembukaan di level 5.917,13, bahkan mencapai titik tertinggi harian di 5.917,70. Namun, momentum tersebut segera terhenti dan indeks mulai menunjukkan penurunan yang tajam dalam menit-menit pertama perdagangan.

READ ALSO

Peringatan ASPI Transaksi Jualan Menggunakan QRIS Akan Kena Blokir

MSCI Jadi Ancaman! IHSG Terjun 31%, Rp5.548 Triliun Hilang

Saat jam menunjukkan pukul 10.00 WIB, IHSG kembali menerima tekanan jual yang cukup kuat. Indeks merosot dan menyentuh level terendah harian di 5.823,54 setelah sebelumnya berada di sekitar 5.880, mencerminkan ketidakpastian di pasar keuangan.

Dalam hal aktivitas perdagangan, volume yang tercatat mencapai 143,13 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp4.335,91 miliar. Angka ini menunjukkan adanya penurunan minat investasi di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

Pelemahan IHSG hari ini juga dipengaruhi oleh sektor-sektor utama di bursa, di mana sektor infrastruktur mengalami penurunan 4,8%. Sektor lainnya, seperti energi dan material dasar, juga berada dalam kondisi buruk dengan masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 3,7% dan 3%.

Beberapa saham yang berdampak besar terhadap IHSG antara lain PT. Bayan Resources Tbk dan PT. Bumi Resources Minerals Tbk. Di sisi lain, ada pula saham yang menjadi penopang bagi IHSG, termasuk PT. Capital Financial Indonesia Tbk dan PT. Bank of India Indonesia Tbk.

Di luar pergerakan indeks saham, terdapat agenda dan data ekonomi yang sangat mempengaruhi pasar keuangan Indonesia. Pidato dari Ketua The Fed Kevin Warsh di pertengahan bulan ini menjadi perhatian banyak investor.

Perkembangan Terkini Terkait Konflik di Timur Tengah

Situasi di Timur Tengah kembali memanas dengan pernyataan ancaman dari kelompok Houthi di Yaman, yang berencana menyerang bandara serta fasilitas minyak di Arab Saudi. Ancaman ini muncul setelah serangan sebelumnya yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada kompleks perusahaan minyak Saudi Aramco.

Houthi mengklaim tindakan mereka sebagai pembalasan atas serangan yang dilancarkan oleh Arab Saudi di Yaman. Dalam ketegangan ini, koalisi yang dipimpin Saudi juga mengonfirmasi bahwa mereka telah mencegat rudal yang diarahkan ke Riyadh.

Peningkatan ketegangan ini menambah kompleksitas tantangan yang dihadapi Arab Saudi dalam upaya diversifikasi ekonomi. Ambisi Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mengurangi ketergantungan pada minyak kini berada dalam situasi yang tidak pasti.

Data Ekonomi Amerika Serikat yang Berpengaruh

Data inflasi di Amerika Serikat menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, dengan mencapai 3,7% secara tahunan pada bulan September. Ini merupakan kenaikan dari angka sebelumnya yang berada di 3,4% dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,6%.

Peningkatan ini didorong oleh lonjakan harga energi, terutama harga bensin yang melonjak 34,2%. Hal ini memberikan sinyal bagi investor mengenai kemungkinan adanya pengetatan kebijakan moneter ke depan.

Di sisi lain, indeks dolar melejit setelah pengumuman inflasi tersebut, mencapai level tertinggi sejak 2025. Lonjakan ini menambah potensi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang bisa mengakibatkan keluar masuknya modal dari pasar yang lebih berisiko.

Performa Neraca Dagang Tiongkok yang Menjanjikan

China baru-baru ini mengumumkan surplus perdagangan yang melonjak menjadi US$133,53 miliar pada bulan September. Ini merupakan pencapaian yang sangat menggembirakan, mengingat angka ini jauh di atas ekspektasi pasar yang dipatok sebesar US$118,1 miliar.

Lonjakan ini didorong oleh kenaikan ekspor yang mencapai 36,3% secara tahunan, dengan pengiriman ke negara-negara utama seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa juga meningkat tajam. Ini menunjukkan adanya daya saing yang kuat pada produk-produk China di pasar global.

Peningkatan angka ini dipandang sebagai peluang baik bagi Indonesia, karena China merupakan salah satu mitra dagang utama. Diharapkan, peningkatan permintaan barang dari China bisa berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

Kondisi Inflasi di China dan Dampaknya

Inflasi di China mengalami kenaikan menjadi 0,9% pada bulan September, dari sebelumnya yang mencatatkan 0,8%. Kenaikan ini diakibatkan oleh biaya transportasi dan kenaikan harga energi, meski tetap berada di bawah ekspektasi pasar.

Di sisi lain, inflasi produsen di China juga meningkat, mencapai 5% yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2022. Hal ini menunjukkan adanya tekanan yang lebih tinggi pada biaya produksi dan bahan baku yang mesti diperhatikan oleh pengusaha.

Situasi inflasi ini menjadi perhatian terutama di kalangan investor global yang sedang mencari sinyal-sinyal potensial tentang bagaimana ekonominya akan dipengaruhi di masa depan. Data-data ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi investor yang berinvestasi di negara berkembang.

Menuju Diskusi Penting Antara The Fed dan IMF

Pertemuan antara Direktur Pelaksana IMF dan Ketua The Fed merupakan agenda penting yang akan berdampak pada kebijakan ekonomi global. Diskusi yang dijadwalkan berlangsung di Bangkok akan membahas isu-isu krusial seperti inflasi, suku bunga, dan risiko utang global.

Setiap komentar dari Kevin Warsh dapat memicu reaksi di pasar keuangan, termasuk pergerakan nilai tukar dan imbal hasil obligasi. Ini adalah momen yang penting bagi Indonesia, karena kebijakan yang diambil dapat mempengaruhi arus modal yang masuk dan keluar dari pasar.

Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai cetak biru ekonomi global dan bagaimana negara berkembang, termasuk Indonesia, dapat beradaptasi dalam situasi yang penuh tantangan ini.

Tags: BerikutIHSGPenyebabnyaPersenTurun

Related Posts

Peringatan ASPI Transaksi Jualan Menggunakan QRIS Akan Kena Blokir
Lifestyle

Peringatan ASPI Transaksi Jualan Menggunakan QRIS Akan Kena Blokir

October 14, 2026
MSCI Jadi Ancaman! IHSG Terjun 31%, Rp5.548 Triliun Hilang
Lifestyle

MSCI Jadi Ancaman! IHSG Terjun 31%, Rp5.548 Triliun Hilang

October 14, 2026
Banyak Pinjol Gulung Tikar, OJK Rencanakan Aturan Baru untuk Lindungi Pemberi Pinjaman
Lifestyle

Banyak Pinjol Gulung Tikar, OJK Rencanakan Aturan Baru untuk Lindungi Pemberi Pinjaman

October 13, 2026
10 Saham Ini Ternyata Dikuasai oleh Segelintir Pihak
Lifestyle

10 Saham Ini Ternyata Dikuasai oleh Segelintir Pihak

October 13, 2026
Gencatan Energi Rusia-Ukraina Diumumkan Trump, Harga Minyak Justru Naik
Lifestyle

Gencatan Energi Rusia-Ukraina Diumumkan Trump, Harga Minyak Justru Naik

October 12, 2026
IHSG Turun 1 Persen Berikut Penyebabnya
Lifestyle

IHSG Turun 1 Persen Berikut Penyebabnya

October 12, 2026
Next Post
Guehi Ambil Hikmah dari Kekalahan Manchester City Melawan PSG

Guehi Ambil Hikmah dari Kekalahan Manchester City Melawan PSG

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

May 21, 2026
Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

May 21, 2026

EDITOR'S PICK

Harga Naik dan Permintaan Tinggi Fenomena Pasar Rumah Mewah di Indonesia

Harga Naik dan Permintaan Tinggi Fenomena Pasar Rumah Mewah di Indonesia

June 25, 2026
Pakar Ungkap Pilkada Tanpa Wakil Berpotensi Melanggar UUD

Pakar Ungkap Pilkada Tanpa Wakil Berpotensi Melanggar UUD

August 11, 2026
Joao Felix Ingin Kembali ke Barcelona, Siap Kurangi Gaji untuk Comeback

Joao Felix Ingin Kembali ke Barcelona, Siap Kurangi Gaji untuk Comeback

October 2, 2026
Pejabat BNPB Ditangkap KPK Diduga Terkait Dana Siap Pakai Bencana

Pejabat BNPB Ditangkap KPK Diduga Terkait Dana Siap Pakai Bencana

October 13, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • 10 Lurah Finalis Benyamin S Award Masuk Tahap Penilaian Presentasi
  • Pemakzulan dan Pemecatan Bupati Gowa Sitti Husniah yang Kontroversial
  • Langit Menguning Akibat Kabut Asap yang Makin Tebal
  • 7 Polisi Samosir Dalam Pemeriksaan Propam Usai Diduga Memaksa Pria Mengaku Mencuri
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In