Grand City Balikpapan, salah satu proyek ambisius di kawasan Kalimantan Timur, kini memasuki era baru dengan integrasi teknologi melalui aplikasi OneSmile. Dengan langkah ini, penghuni dapat mengakses berbagai layanan dan informasi secara efisien, menjadikan kualitas hidup di lingkungan tersebut lebih baik.
Implementasi aplikasi OneSmile mulai dilakukan sejak Juli 2026. Pada tahap awal, penghuni bisa melihat detail tagihan air dan Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL), memantau riwayat pembayaran, dan mengakses layanan pelanggan hanya dengan beberapa klik saja.
Langkah ini merupakan bagian dari visi Grand City Balikpapan untuk menjadi kawasan smart township yang mengedepankan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sistem yang terintegrasi ini, pengelolaan kebutuhan kawasan menjadi lebih praktis dan membangun komunikasi yang lebih solid antara pengelola dan penghuni.
Transformasi Digital dalam Membangun Smart Township di Balikpapan
CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan, menekankan pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari pengembangan modern Grand City Balikpapan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi adalah langkah strategis untuk memberikan layanan yang lebih mudah dijangkau dan efisien bagi penghuninya.
Transformasi digital ini dilakukan untuk mendukung konsep one-stop living, yang berarti seluruh kebutuhan penghuni dapat dipenuhi dalam satu platform. Melalui aplikasi ini, penghuni berharap bisa merasakan kenyamanan dan aksesibilitas yang lebih baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Pengembangan layanan digital yang terintegrasi ini juga diharapkan bisa menjawab tantangan modernisasi yang dihadapi oleh lingkungan perumahan saat ini. Aplikasi ini berfungsi tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai saluran komunikasi yang memudahkan interaksi antara pengelola dan penghuni.
OneSmile: Lebih dari Sekedar Aplikasi, Sebuah Ekosistem Layanan
OneSmile bukanlah platform baru di dunia pengembangan kawasan. Aplikasi ini pertama kali diterapkan di BSD City sejak tahun 2021, dan telah membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Pengalaman positif di BSD City menjadi dasar untuk memperluas aplikasi ini ke Grand City Balikpapan.
Yohanes Zega, CEO OneSmile, menjelaskan bahwa tujuan pengembangan platform ini adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin digital. Dengan adanya OneSmile, diharapkan setiap penghuni bisa mengakses informasi terkini dan layanan dengan lebih mudah.
Inovasi tidak hanya terbatas pada fitur yang ada saat ini. OneSmile direncanakan untuk terus berkembang, termasuk integrasi fitur-fitur baru yang disesuaikan dengan kebutuhan penghuni, seperti fasilitas clubhouse. Ini menunjukkan bahwa aplikasi tidak hanya untuk transaksi, tetapi juga bagian dari ekosistem layanan yang lebih luas.
Pengembangan Grand City Balikpapan di Lahan Luas
Grand City Balikpapan dibangun di lahan yang lebih dari 250 hektare, menjadikannya sebagai township terbesar yang dikembangkan oleh Sinar Mas Land di Kalimantan Timur. Proyek ini menawarkan 11 klaster residensial dengan total hunian sekitar 1.500 unit, di mana hampir 2.000 jiwa telah tinggal di kawasan ini.
Pembangunan kawasan ini berlangsung pada saat Kalimantan Timur semakin strategis dalam pembangunan nasional, khususnya dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Balikpapan sendiri memiliki posisi penting, menjadi pusat aktivitas dan konektivitas di wilayah tersebut, sehingga membuka peluang besar bagi pertumbuhan kawasan hunian yang lebih integratif.
Pentingnya integrasi dalam penyediaan hunian tidak bisa dipandang sepele. Fasilitas, infrastruktur, dan layanan di kawasan harus saling mendukung agar aktivitas penghuni dapat berlangsung dengan lebih lancar dan efisien.
Digitalisasi: Bagian Integral dari Pengembangan Township Masa Depan
Pengembangan digital di Grand City Balikpapan tidak hanya fokus pada platform OneSmile, tetapi juga pada berbagai aspek yang menyangkut teknologi dan infrastruktur. Jaringan fiber optic dan pemantauan lalu lintas melalui traffic command center merupakan beberapa contoh konkret dari upaya digitalisasi ini.
Melalui sistem yang terintegrasi, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi yang relevan dan layanan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan langkah inovatif yang tidak hanya memperkuat komunitas, tetapi juga menyediakan lingkungan yang lebih siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Implementasi digitalisasi di Grand City Balikpapan masih dalam tahap awal, dengan rencana pengembangan yang bertahap mengikuti kebutuhan penghuni. Ini menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada integrasi layanan untuk memperkaya pengalaman tinggal bagi setiap penghuni.
















