Keberadaan proyek Five Dock di Sydney kini menjadi sorotan utama di dunia properti internasional. Dalam proyek ambisius ini, Iwan Sunito, pendiri One Global Capital, berkolaborasi dengan arsitek terkemuka Koichi Takada untuk menciptakan sebuah kawasan yang tidak hanya sekadar hunian, tetapi juga berfungsi sebagai pusat komunitas yang hidup.
Dengan anggaran pengembangan mencapai AUD1,9 miliar, atau sekitar Rp25 triliun, Five Dock dirancang sebagai area mixed-use yang memadukan hunian, fasilitas komersial, dan ruang publik. Berlokasi di Kings Bay Precinct, kawasan ini bertujuan untuk menjadi ‘kota di dalam kota’ yang menawarkan pengalaman urban yang unik bagi setiap pengunjungnya.
Masterplan dari proyek ini mencakup lahan seluas 14.100 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 80.400 meter persegi. Sekitar 840 unit hunian baru, ditambah dengan hotel dan area komersial, akan menjadi bagian dari ekosistem baru yang terintegrasi untuk masyarakat Sydney.
Five Dock: Merancang Kenyamanan dan Kehidupan Sosial yang Aktif
Five Dock bukan sekadar menggabungkan struktur bangunan; ia juga dirancang untuk menciptakan suasana yang mengundang masyarakat untuk berkumpul. Filosofi di balik proyek ini fokus pada pengalaman perkotaan, di mana setiap elemen berfungsi untuk menarik orang-orang berinteraksi satu sama lain.
Iwan Sunito menekankan bahwa mereka ingin menciptakan sesuatu yang lebih dari sekadar pembangunan konvensional. Proyek ini adalah tentang menciptakan ‘destinasi’ di mana masyarakat dapat menikmati berbagai aktivitas sepanjang hari, dari restoran, kafe, hingga ruang hijau.
Desain yang berani dan inovatif diharapkan dapat menarik perhatian bukan hanya bagi penduduk lokal tetapi juga turis yang ingin menjelajahi area baru yang dinamis ini. Dengan memanfaatkan arsitektur yang menarik dan inovatif, Five Dock berpotensi menjadi salah satu ikon baru di Sydney.
Kolaborasi Dinamis di Balik Arsitektur Five Dock
Kolaborasi antara Iwan Sunito dan Koichi Takada membawa perspektif dan pendekatan yang berbeda dalam merancang Five Dock. Sunito membawa pengalaman lebih dari 25 tahun dalam proyek pengembangan di Sydney, sementara Takada terkenal dengan desain organik yang terinspirasi oleh alam.
Perpaduan kedua visi ini diharapkan akan menciptakan kawasan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki identitas yang kuat sebagai destinasi baru. Keduanya sepakat bahwa proyek seperti ini tidak hanya mengutamakan keindahan, tetapi juga bagaimana kawasan tersebut dapat meningkatkan kehidupan masyarakat.
Dengan memperhatikan interaksi dan pengalaman manusia, mereka berupaya membangun komunitas yang terhubung dan aktif, di mana setiap elemen bangunan saling melengkapi. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan infrastruktur yang tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan.
Fokus pada Ruang Publik dan Interaksi Sosial
Desain Five Dock menempatkan kualitas ruang publik sebagai prioritas utama. Hal ini menciptakan tempat di mana masyarakat bisa bersosialisasi dan berinteraksi dengan lebih baik.
Dengan mengintegrasikan bangunan, plaza, restoran, dan ruang hijau, proyek ini berusaha menciptakan lingkungan yang harmonis dan menyatu. Masyarakat diharapkan merasa lebih terhubung dan terlibat satu sama lain dalam pengalaman yang ditawarkan.
Keinginan untuk menciptakan destinasi aktif di mana orang dapat berkumpul, bermain, dan bersantai menjadi inti dari konsep desain ini. Dengan menghadirkan tempat-tempat pertemuan yang nyaman, mereka yakin akan memfasilitasi interaksi yang lebih menonjol di antara masyarakat.
Inspirasi Global yang Terintegrasi dengan Budaya Sydney
Walaupun Five Dock mengambil inspirasi dari berbagai kota di dunia, desainnya tetap mempertahankan karakteristik Sydney. Proyek ini mempertimbangkan aspek iklim, budaya ruang terbuka, dan hubungan masyarakat dengan alam.
Iwan Sunito juga berupaya membawa perspektif Asia ke dalam proyek ini. Sebagai seorang anak Indonesia yang telah berkarya di Australia selama lebih dari 40 tahun, ia ingin menghadirkan elemen-elemen kehangatan komunitas Asia dalam konteks budaya kuliner dan kehidupan perkotaan.
Five Dock diharapkan menjadi tempat dengan jiwa Sydney yang kaya, di mana arsitektur, alam, dan budaya bersatu dalam satu pengalaman urban. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan identitas baru yang dapat memperkaya masyarakat dengan pengalaman berharga.
Mewujudkan Proyek Terbesar dalam Sejarah One Global Capital
Nilai pengembangan sekitar AUD1,9 miliar menjadikan Five Dock sebagai proyek terbesar yang dipimpin Iwan Sunito sepanjang kariernya. Proyek ini menandai evolusi One Global Capital dari pengembang tradisional menjadi pelopor dalam menciptakan ekosistem perkotaan yang berkelanjutan dan relevan.
Keterlibatan yang semakin dalam dalam pembuatan kawasan perkotaan berkelanjutan mencerminkan visi mereka untuk membangun lingkungan hidup yang dapat mendukung kualitas hidup masyarakat. Keberhasilan Five Dock diharapkan bukan hanya diukur dari aspek fisik, tetapi lebih kepada pengaruh positif terhadap kehidupan komunitas.
Iwan Sunito menekankan bahwa kawasan yang legendaris bukan hanya diukur dari struktur bangunan yang mencolok, tetapi lebih kepada kenangan dan pengalaman yang terbentuk di dalamnya. Serangkaian pengalaman inilah yang akan menjadikan Five Dock sebagai salah satu lokasi yang diingat dan dihargai oleh warga Sydney.
















