Suara bising sering dianggap sebagai gangguan kecil dalam kehidupan sehari-hari, tetapi dampaknya mungkin lebih besar daripada yang diperkirakan. Bagi anak-anak, kebisingan bisa menjadi masalah serius yang mempengaruhi kesehatan, pendengaran, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Kebisingan sendiri adalah suara tidak diinginkan atau tidak menyenangkan, yang intensitasnya diukur dalam satuan desibel (dB). Makin tinggi angka desibel, makin tinggi pula potensi bahaya yang dapat ditimbulkannya terhadap telinga dan kesehatan secara umum.
Di SDN Cipeujeh Wetan 03, Cirebon, anak-anak terpapar kebisingan hingga 92 dB, setara dengan suara kereta melintas atau lalu lintas yang padat. Paparan ini menciptakan tantangan baru dalam proses belajar mereka.
Pentingnya Memahami Dampak Kebisingan pada Anak
Kebisingan dapat mengganggu aktivitas penting seperti tidur, berbicara, dan belajar bagi anak-anak. Ketidaknyamanan akibat suara bising dapat menghambat konsentrasi dan daya ingat mereka.
Anak-anak yang hidup di lingkungan bising sering kali mengalami stres yang berkaitan dengan pendidikan. Masalah ini menjadi lebih rumit ketika suara mengganggu proses mereka dalam memahami pelajaran di sekolah.
Dampak negatif ini tidak hanya terasa saat mereka belajar di kelas, tetapi juga saat mereka beraktivitas di luar sekolah. Setiap paparan berlebihan terhadap kebisingan dapat berujung pada penurunan kualitas hidup anak secara signifikan.
Inovasi untuk Menciptakan Lingkungan Belajar yang Baik
Untuk mengatasi masalah kebisingan di lingkungan sekolah, diperlukan inovasi yang berpihak pada anak. Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan bahan bekas menjadi panel peredam suara.
Proyek ini memanfaatkan koper bekas untuk menciptakan panel peredam suara atau yang dikenal sebagai Scholar Panel. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ruang kelas yang lebih ramah anak sesuai dengan standar WHO.
Melalui program tahunan trade-in koper, sebanyak 1.792 koper yang tidak terpakai dikumpulkan dari berbagai kota. Koper-koper ini kemudian disortir dan diolah dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Proses Pengolahan dan Manfaat dari Panel Peredam Suara
Setelah pengumpulan, koper bekas tersebut mengalami sejumlah proses untuk mendapatkan material yang dapat digunakan. Proses ini melibatkan penyortiran untuk memisahkan barang berkualitas dan jumlah yang cukup untuk diproduksi sebagai panel peredam.
Salah satu keuntungan dari penggunaan bahan bekas adalah mengurangi dampak limbah yang dihasilkan. Selain itu, inovasi ini juga memberikan kesempatan baru dalam menciptakan ruang kelas yang lebih baik bagi anak-anak.
Dengan adanya panel peredam suara ini, diharapkan lingkungan belajar menjadi lebih kondusif. Suara bising yang mengganggu aktivitas anak di sekolah dapat diminimalisir sehingga mereka dapat belajar dengan lebih efektif.













