• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Tuesday, June 16, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Entertainment

KPK Diminta Cepat Periksa Dirjen Bea Cukai terkait Kasus Suap Blueray

Malino SPDI by Malino SPDI
June 1, 2026
in Entertainment
0
Audiensi KPK dan Kementerian Sosial Bahas Polemik Pengadaan Besok
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menghadapi tuntutan untuk menyelidiki Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terkait kasus dugaan suap yang melibatkan perusahaan Blueray Cargo. Penekanan ini muncul setelah nama Djaka disebut dalam dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum, yang menciptakan kontroversi mengingat KPK belum memanggilnya untuk diperiksa.

Pakar Tindak Pidana Pencucian Uang Yenti Garnasih mengekspresikan keheranannya tentang bagaimana nama Djaka dapat muncul di dokumen hukum tanpa adanya tindakan lanjutan dari KPK. Dalam pandangan Yenti, situasi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam proses hukum yang seharusnya lebih proaktif dalam mengusut dugaan korupsi.

READ ALSO

Mendikdasmen Diminta Selidiki Ratusan Kepala Sekolah Mundur karena Dana BOS

Kecelakaan Fatal di Pidie Aceh Mengakibatkan Empat Korban Jiwa

“Munculnya nama Djaka dalam surat dakwaan menimbulkan pertanyaan besar. Apakah KPK telah mengambil langkah yang cukup untuk memanggil dan memeriksa yang bersangkutan?” ujarnya ketika diwawancarai.

Urgensi Pemeriksaan KPK Terhadap Djaka Budhi Utama

Situasi ini semakin mendesak ketika Yenti menyoroti bahwa dakwaan yang ada didasarkan pada bukti-bukti konkret, termasuk catatan penyerahan uang suap. Ia berpendapat bahwa KPK seharusnya segera memanggil Djaka untuk memberikan klarifikasi, mengingat nama tersebut sudah tertera dalam dokumen resmi selama persidangan.

Yenti juga menambahkan bahwa KPK memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil dalam menyikapi situasi ini. “Telah ada bukti di bagian dokumen dan tak bisa diabaikan,” imbuhnya. Dalam pandangannya, ketidakaktifan KPK akan menciptakan kesan buruk mengenai integritas institusi tersebut.

Secara lebih lanjut, Yenti menekankan pentingnya kepatuhan pada hukum dan prosedur penegakan hukum. Ia mengindikasikan bahwa dengan kondisi saat ini, Djaka tidak layak untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai Dirjen Bea dan Cukai ketika namanya terlibat dalam isu yang sangat serius seperti suap.

Kepatuhan Menteri Keuangan dalam Menangani Kasus Ini

Yenti menegaskan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga perlu bertindak lebih tegas dalam menyikapi situasi ini. Pasalnya, sebagai pejabat tinggi, Purbaya memiliki kewenangan untuk memastikan bahwa semua pegawai di bawahnya bertindak sesuai dengan kode etik dan hukum yang berlaku.

“Jika Purbaya ingin menunjukkan bahwa institusinya bersih dan transparan, langkah pertama adalah menonaktifkan Djaka hingga penyelidikan ini selesai,” tandasnya. Dalam pandangannya, keberlanjutan tugas Djaka dalam kondisi ini hanya akan menambah preseden buruk bagi kementerian.

Yenti berharap agar para pemimpin di kementerian tidak hanya berbicara soal integritas, tetapi juga menerapkan prinsip tersebut dalam tindakan konkret. Ini akan menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah, terutama di mata masyarakat yang sudah jenuh dengan berbagai kasus korupsi.

Analisis Terkait Penetapan Tersangka dalam Kasus Ini

KPK telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi yang terjadi di Ditjen Bea dan Cukai. Penetapan tersangka ini merupakan hasil dari operasi tangkap tangan yang berhasil dilaksanakan oleh tim penyidik. Kasus ini menyoroti struktur di dalam kantor Bea dan Cukai yang rawan korupsi.

Para tersangka terdiri dari beragam posisi, mulai dari mantan Direktur Penyidikan hingga pegawai biasa di instansi tersebut. Nama-nama ini menunjukkan bahwa masalah korupsi di tingkat Bea dan Cukai bukan isu individu, melainkan sistemik yang perlu ditangani secara menyeluruh.

Dalam persidangan yang berlangsung, amplop berisi uang suap senilai 213.600 dolar Singapura menjadi salah satu bukti konkret. Uang tersebut diduga direncanakan untuk disalurkan kepada Djaka, seiring dengan berbagai kasus manipulasi yang melibatkan perusahaan seperti Blueray Cargo.

Tags: BeaBluerayCepatCukaiDimintaDirjenKasusKPKPeriksaSuapTerkait

Related Posts

Mendikdasmen Diminta Selidiki Ratusan Kepala Sekolah Mundur karena Dana BOS
Entertainment

Mendikdasmen Diminta Selidiki Ratusan Kepala Sekolah Mundur karena Dana BOS

June 16, 2026
Kecelakaan Mobil Anggota DPR di Tol Paspro Mengakibatkan 2 Orang Tewas
Entertainment

Kecelakaan Fatal di Pidie Aceh Mengakibatkan Empat Korban Jiwa

June 15, 2026
UI Buka Suara Terkait SUMA tentang Unggah Konten LGBTQ
Entertainment

UI Buka Suara Terkait SUMA tentang Unggah Konten LGBTQ

June 15, 2026
Alasan Laporkan Komisaris Media oleh Jusuf Hamka
Entertainment

Alasan Laporkan Komisaris Media oleh Jusuf Hamka

June 14, 2026
Hakim Bengkulu Menyatakan Dicatut Yayasan KTP Dipinjam
Entertainment

Hakim Bengkulu Menyatakan Dicatut Yayasan KTP Dipinjam

June 14, 2026
Tingkat Pengaduan Terkait Tugas Polisi Lalu Lintas Hanya 6,8 Persen
Entertainment

Tingkat Pengaduan Terkait Tugas Polisi Lalu Lintas Hanya 6,8 Persen

June 13, 2026
Next Post
Hutan di Sumsel Terbakar Seluas 182,54 Ha dari Januari hingga April 2026

Hutan di Sumsel Terbakar Seluas 182,54 Ha dari Januari hingga April 2026

POPULAR NEWS

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
Polisi Berikan Penjelasan Mengenai Pocong Duduk yang Viral di Teras Warga Depok

Polisi Berikan Penjelasan Mengenai Pocong Duduk yang Viral di Teras Warga Depok

May 24, 2026
Kades Sidoarjo Ditemukan Tewas Terjerat Selang

Petani Ditemukan Tewas Terbungkus Karung di Bawah Jembatan Deliserdang

May 31, 2026
Investasi Properti Asia Pasifik Meningkat, Data Center dan Kantor Jadi Target Utama

Investasi Properti Asia Pasifik Meningkat, Data Center dan Kantor Jadi Target Utama

May 29, 2026
Mauricio Souza Kirim Pesan Perpisahan Setelah Didepak dari Persija Jakarta

Mauricio Souza Kirim Pesan Perpisahan Setelah Didepak dari Persija Jakarta

May 28, 2026

EDITOR'S PICK

Investasi di RI: Kunci Sukses Bagi Investor Tanam Modal dan Cari Cuan

Investasi di RI: Kunci Sukses Bagi Investor Tanam Modal dan Cari Cuan

May 12, 2026
Cicilan KPR Buruh Diperpanjang Hingga 40 Tahun

Cicilan KPR Buruh Diperpanjang Hingga 40 Tahun

May 1, 2026
Praperadilan Eks Gubernur Lampung Ditolak, Status Tersangka Dinyatakan Sah

Praperadilan Eks Gubernur Lampung Ditolak, Status Tersangka Dinyatakan Sah

June 3, 2026
Peluncuran SIM Digital oleh Korlantas Polri dengan Barkod Dinamis

Peluncuran SIM Digital oleh Korlantas Polri dengan Barkod Dinamis

May 24, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Mahasiswa Protes Pada Panggung Diskusi Nusron Budiman di UGM
  • Mendikdasmen Diminta Selidiki Ratusan Kepala Sekolah Mundur karena Dana BOS
  • Ekosistem Hunian dan Komersial Terpadu Sebagai Kekuatan di Gading Serpong
  • Akrobat Vozinha Bantu Tanjung Verde Raih Poin Bersejarah di Piala Dunia 2026
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In