• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Sunday, August 30, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Entertainment

KPK Diminta Cepat Periksa Dirjen Bea Cukai terkait Kasus Suap Blueray

Malino SPDI by Malino SPDI
June 1, 2026
in Entertainment
0
Audiensi KPK dan Kementerian Sosial Bahas Polemik Pengadaan Besok
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menghadapi tuntutan untuk menyelidiki Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terkait kasus dugaan suap yang melibatkan perusahaan Blueray Cargo. Penekanan ini muncul setelah nama Djaka disebut dalam dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum, yang menciptakan kontroversi mengingat KPK belum memanggilnya untuk diperiksa.

Pakar Tindak Pidana Pencucian Uang Yenti Garnasih mengekspresikan keheranannya tentang bagaimana nama Djaka dapat muncul di dokumen hukum tanpa adanya tindakan lanjutan dari KPK. Dalam pandangan Yenti, situasi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam proses hukum yang seharusnya lebih proaktif dalam mengusut dugaan korupsi.

READ ALSO

Pemilihan Ketua Umum Baru PBNU Menggunakan Metode AHWA

Pemkab Banjar Akan Terapkan PPJ untuk Lindungi Siswa dari Asap Karhutla

“Munculnya nama Djaka dalam surat dakwaan menimbulkan pertanyaan besar. Apakah KPK telah mengambil langkah yang cukup untuk memanggil dan memeriksa yang bersangkutan?” ujarnya ketika diwawancarai.

Urgensi Pemeriksaan KPK Terhadap Djaka Budhi Utama

Situasi ini semakin mendesak ketika Yenti menyoroti bahwa dakwaan yang ada didasarkan pada bukti-bukti konkret, termasuk catatan penyerahan uang suap. Ia berpendapat bahwa KPK seharusnya segera memanggil Djaka untuk memberikan klarifikasi, mengingat nama tersebut sudah tertera dalam dokumen resmi selama persidangan.

Yenti juga menambahkan bahwa KPK memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil dalam menyikapi situasi ini. “Telah ada bukti di bagian dokumen dan tak bisa diabaikan,” imbuhnya. Dalam pandangannya, ketidakaktifan KPK akan menciptakan kesan buruk mengenai integritas institusi tersebut.

Secara lebih lanjut, Yenti menekankan pentingnya kepatuhan pada hukum dan prosedur penegakan hukum. Ia mengindikasikan bahwa dengan kondisi saat ini, Djaka tidak layak untuk tetap menjalankan tugasnya sebagai Dirjen Bea dan Cukai ketika namanya terlibat dalam isu yang sangat serius seperti suap.

Kepatuhan Menteri Keuangan dalam Menangani Kasus Ini

Yenti menegaskan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga perlu bertindak lebih tegas dalam menyikapi situasi ini. Pasalnya, sebagai pejabat tinggi, Purbaya memiliki kewenangan untuk memastikan bahwa semua pegawai di bawahnya bertindak sesuai dengan kode etik dan hukum yang berlaku.

“Jika Purbaya ingin menunjukkan bahwa institusinya bersih dan transparan, langkah pertama adalah menonaktifkan Djaka hingga penyelidikan ini selesai,” tandasnya. Dalam pandangannya, keberlanjutan tugas Djaka dalam kondisi ini hanya akan menambah preseden buruk bagi kementerian.

Yenti berharap agar para pemimpin di kementerian tidak hanya berbicara soal integritas, tetapi juga menerapkan prinsip tersebut dalam tindakan konkret. Ini akan menjadi langkah penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah, terutama di mata masyarakat yang sudah jenuh dengan berbagai kasus korupsi.

Analisis Terkait Penetapan Tersangka dalam Kasus Ini

KPK telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi yang terjadi di Ditjen Bea dan Cukai. Penetapan tersangka ini merupakan hasil dari operasi tangkap tangan yang berhasil dilaksanakan oleh tim penyidik. Kasus ini menyoroti struktur di dalam kantor Bea dan Cukai yang rawan korupsi.

Para tersangka terdiri dari beragam posisi, mulai dari mantan Direktur Penyidikan hingga pegawai biasa di instansi tersebut. Nama-nama ini menunjukkan bahwa masalah korupsi di tingkat Bea dan Cukai bukan isu individu, melainkan sistemik yang perlu ditangani secara menyeluruh.

Dalam persidangan yang berlangsung, amplop berisi uang suap senilai 213.600 dolar Singapura menjadi salah satu bukti konkret. Uang tersebut diduga direncanakan untuk disalurkan kepada Djaka, seiring dengan berbagai kasus manipulasi yang melibatkan perusahaan seperti Blueray Cargo.

Tags: BeaBluerayCepatCukaiDimintaDirjenKasusKPKPeriksaSuapTerkait

Related Posts

Pemilihan Ketua Umum Baru PBNU Menggunakan Metode AHWA
Entertainment

Pemilihan Ketua Umum Baru PBNU Menggunakan Metode AHWA

August 30, 2026
Kabut Asap Memburuk, Banjarbaru Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh untuk Sekolah
Entertainment

Pemkab Banjar Akan Terapkan PPJ untuk Lindungi Siswa dari Asap Karhutla

August 29, 2026
Aksi Drone dan Pesawat F-16 Warnai Merdeka Run 2026 dengan Bendera Raksasa
Entertainment

Aksi Drone dan Pesawat F-16 Warnai Merdeka Run 2026 dengan Bendera Raksasa

August 29, 2026
Juru Parkir dan Polisi Terlibat Cekcok di Palu, Aipda AA Tembakkan 7 Peluru
Entertainment

Juru Parkir dan Polisi Terlibat Cekcok di Palu, Aipda AA Tembakkan 7 Peluru

August 28, 2026
DPR Berjanji Sahkan RUU Perampasan Aset Sebelum 15 Desember
Entertainment

DPR Berjanji Sahkan RUU Perampasan Aset Sebelum 15 Desember

August 28, 2026
Polda Metro Siap Rekayasa Lalu Lintas Hari Ini di Area DPR RI secara Situasional
Entertainment

Polda Metro Siap Rekayasa Lalu Lintas Hari Ini di Area DPR RI secara Situasional

August 27, 2026
Next Post
Hutan di Sumsel Terbakar Seluas 182,54 Ha dari Januari hingga April 2026

Hutan di Sumsel Terbakar Seluas 182,54 Ha dari Januari hingga April 2026

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Massimiliano Allegri Menjadi Pelatih Baru Napoli Setelah Dipecat dari AC Milan

Massimiliano Allegri Menjadi Pelatih Baru Napoli Setelah Dipecat dari AC Milan

May 29, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026
Semburan Lumpur di Oro-oro Kesongo Blora Mencapai Ketinggian 15 Meter

Semburan Lumpur di Oro-oro Kesongo Blora Mencapai Ketinggian 15 Meter

August 7, 2026

EDITOR'S PICK

Izin Bank di Bekasi Baru Dicabut OJK, Simak Informasinya

Izin Bank di Bekasi Baru Dicabut OJK, Simak Informasinya

August 23, 2026
Jelang Tengah Malam Wamen Imipas Serahkan Diri ke KPK

Jelang Tengah Malam Wamen Imipas Serahkan Diri ke KPK

June 4, 2026
Sapi di Tasikmalaya Melar 4 Kilometer dan Menyeruduk Warga

Sapi di Tasikmalaya Melar 4 Kilometer dan Menyeruduk Warga

May 27, 2026
Penyebab TNI Cassa Tergelincir di Bandara Hasanuddin

Penyebab TNI Cassa Tergelincir di Bandara Hasanuddin

August 26, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Hutan Lindung Gambut Londerang di Jambi Terbakar
  • Pemilihan Ketua Umum Baru PBNU Menggunakan Metode AHWA
  • Bantuan BPJS Ketenagakerjaan untuk Korban Gempa NTT Wujud Kepedulian di Masa Pemulihan
  • Prabowo Diharap Menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In