Jakarta – Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menunjukkan keyakinan yang kuat terhadap kemampuan Veda Ega Pratama dalam kompetisi Moto3 Prancis 2026. Dukungan ini muncul setelah performa apik Veda selama sesi latihan hari pertama, yang memberikan harapan besar untuk kualifikasi.
Pembalap muda berbakat asal Indonesia itu mengawali rangkaian balapan di Sirkuit Bugatti, Le Mans, dengan catatan waktu yang cukup menjanjikan. Ia berhasil mencatatkan posisi ke-11 di sesi latihan bebas (FP1), menunjukkan kecepatan dan potensi yang dapat terus diasah pada balapan mendatang.
Di sesi latihan sore, Veda menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan finis di posisi kesembilan. Ini memastikan Veda melaju ke kualifikasi Q2, sebuah langkah positif yang menjadi titik awal yang menjanjikan untuk balapan yang lebih kompetitif.
Performa Awal Veda Ega Pratama di Moto3 Prancis 2026
Pada Sesi FP1, Veda Ega Pratama memulai balapan dengan cukup baik meski suhu di sirkuit cukup rendah. Dengan catatan waktu 1 menit 41,791 detik, ia berhasil menempatkan diri di antara pembalap top, menandakan bahwa dia memiliki potensi untuk bersaing secara serius.
Perubahan cuaca di sesi sore membuat Veda semakin nyaman di atas motornya. Dalam FP2, dia berhasil memperbaiki waktu lapnya menjadi 1 menit 40,799 detik, membuktikan bahwa latihan bisa meningkatkan performa secara signifikan.
Kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi lintasan yang berbeda menjadi salah satu kelebihan Veda. Dengan terus berlatih dan mendapatkan pengalaman, dia diharapkan dapat meraih hasil yang lebih baik di setiap balapan.
Sikap Positif Hiroshi Aoyama terhadap Tim
Hiroshi Aoyama sebagai manajer tim memiliki pandangan optimis mengenai perjalanan tim di Moto3 Prancis. Ia menilai bahwa hari pertama di Le Mans berjalan sesuai harapan, dengan semua elemen tim berfungsi dengan baik.
Menurut Aoyama, kondisi cuaca yang bersahabat turut mendukung performa Veda dan tim secara keseluruhan. Suhu yang stabil dan kapasitas lintasan yang kering memberi keuntungan bagi setiap pembalap untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.
“Kami cukup beruntung menghadapi cuaca baik di hari ini,” ungkap Aoyama. Pandangan positif ini penting untuk motivasi tim dan pembalap, karena dukungan manajemen dapat meningkatkan semangat dalam menghadapi tekanan kompetisi.
Peluang di Kualifikasi dan Kualitas Pembalap
Setelah melaju ke kualifikasi Q2, kesempatannya untuk berlaga di barisan depan semakin terbuka lebar. Veda telah memperlihatkan bahwa dia mampu bersaing melawan pembalap lain yang memiliki pengalaman lebih banyak.
Pengalaman di sesi latihan menjadi modal berharga untuk menghadapi kualifikasi. Pembalap yang dapat memanfaatkan setiap peluang dalam situasi sengit di lintasan biasanya akan lebih sukses dalam meraih hasil optimal pada fase kualifikasi.
Persiapan mental dan teknik yang matang diharapkan dapat membantu Veda untuk meraih hasil terbaik. Dengan bimbingan dari tim dan manajer, potensi Veda sebagai pembalap masa depan Indonesia semakin terlihat jelas.










