• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Thursday, August 20, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Travel

Menko Imin Sebut Akademisi Harus Lebih Kritis Saat Menjadi Birokrat

Malino SPDI by Malino SPDI
July 4, 2026
in Travel
0
Menko Imin Sebut Akademisi Harus Lebih Kritis Saat Menjadi Birokrat
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menyoroti lemahnya sikap kritis di kalangan akademisi ketika mereka memasuki dunia birokrasi. Menurutnya, banyak akademisi yang kehilangan keberanian untuk menyampaikan kebenaran demi menyesuaikan diri dengan kepentingan pihak atasan.

Dalam pernyataannya, Cak Imin menegaskan pentingnya integritas dalam menyampaikan kebenaran, meskipun itu mungkin tidak nyaman bagi sebagian orang. Ia menyatakan bahwa kalimat “qulil haqqo walau kana murran,” yang berarti menyampaikan kebenaran meski pahit, seharusnya tetap dipegang teguh oleh setiap birokrat.

READ ALSO

Gempa 5,8 Kembali Guncang NTT, Warga Panik Keluar Rumah

Warga Cimahi Pasang Plang ‘Rumah Dijual’ Secara Serentak, Ini Alasannya

Cak Imin mengungkapkan keprihatinannya terhadap guru besar yang memiliki komitmen tinggi terhadap ilmu ketika mengajar, tetapi mengubah sikap mereka saat menjabat sebagai birokrat. Ia percaya bahwa prinsip kejujuran harus tetap menjadi landasan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Pentingnya Peran Akademisi dalam Birokrasi

Peran akademisi sebagai pengawal intelektual sangat krusial dalam konteks kebijakan publik. Cak Imin menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya perlu menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga harus memastikan bahwa setiap kebijakan diimplementasikan sesuai dengan kaidah akademik. Hal ini akan membantu menjawab tantangan pembangunan yang kompleks di masyarakat.

Akademisi diharapkan dapat mengawasi dan mempertanggungjawabkan penerapan ilmunya dalam kebijakan publik. Cak Imin menyatakan bahwa pemimpin perlu menerima masukan yang jujur dan berbasis data untuk meningkatkan kualitas keputusan yang diambil dalam birokrasi.

Budaya birokrasi yang menekankan ‘Asal Bapak Senang’ (ABS) dapat merusak proses pengambilan keputusan. Cak Imin berpendapat bahwa budaya ini harus diubah, agar kebijakan yang dihasilkan lebih berkualitas dan berbasis fakta.

Memperkuat Integritas dalam Birokrasi

Integritas menjadi kata kunci bagi para birokrat yang ingin menjalankan tugasnya dengan baik. Menurut Cak Imin, integritas ini harus dijunjung tinggi agar disiplin dalam melaksanakan peran publik. Hal ini berarti bahwa setiap birokrat harus berani menyampaikan informasi yang dapat dibutuhkan oleh pemimpinnya.

Lebih jauh lagi, Cak Imin mengajak seluruh perguruan tinggi untuk lebih aktif dalam mengawasi implementasi kebijakan, sehingga dapat memastikan bahwa semua kebijakan yang dijalankan berlandaskan pada penelitian dan analisis akademis yang tepat. Dengan cara ini, publik juga akan mendapatkan manfaat maksimal dari kebijakan publik.

Akademisi diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan pendorong bagi para pemimpin dalam menciptakan kebijakan yang progresif. Kesediaan mereka untuk menegur dan memberikan masukan yang konstruktif akan meningkatkan tata kelola pemerintahan.

Budaya Kritis dalam Dunia Birokrasi

Sikap kritis adalah hal yang sangat diperlukan dalam dunia yang cepat berubah seperti saat ini. Cak Imin mengingatkan bahwa birokrat juga harus memiliki keberanian untuk mengoreksi kebijakan yang tidak efektif dan memberikan masukan yang lebih baik. Ini akan mendorong terjadinya inovasi dan peningkatan kualitas kebijakan.

Cak Imin percaya bahwa dengan menghapus budaya ABS dan menggantinya dengan budaya yang lebih terbuka dan dialogis, maka kita bisa mencapai hasil yang lebih baik dalam pengelolaan kebijakan. Hal ini juga akan menjadi pendorong bagi pegawai negeri untuk lebih aktif berperan dalam pemerintahan.

Keberanian untuk menyampaikan kebenaran, berlandaskan pada data dan analisis yang valid, harus menjadi standar bagi seluruh birokrat. Menyampaikan kritik yang konstruktif adalah bagian penting dari membangun pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.

Tags: AkademisiBirokratHarusIminKritisLebihMenjadiMenkoSaatSebut

Related Posts

Gempa 5,8 Kembali Guncang NTT, Warga Panik Keluar Rumah
Travel

Gempa 5,8 Kembali Guncang NTT, Warga Panik Keluar Rumah

August 20, 2026
Warga Cimahi Pasang Plang ‘Rumah Dijual’ Secara Serentak, Ini Alasannya
Travel

Warga Cimahi Pasang Plang ‘Rumah Dijual’ Secara Serentak, Ini Alasannya

August 13, 2026
Imigrasi Berikan Tindakan Administratif kepada 10911 Warga Negara Asing
Travel

Imigrasi Berikan Tindakan Administratif kepada 10911 Warga Negara Asing

August 13, 2026
Pemilihan KaKanwil Sumut Melalui E-Voting oleh Menkum Supratman
Travel

Pemilihan KaKanwil Sumut Melalui E-Voting oleh Menkum Supratman

August 12, 2026
Hakim PN Cilacap Diberhentikan dan Menerima Pensiun karena Kasus Suap
Travel

Tuntutan Jaksa untuk Eks Pejabat Kemhan Leonardi Dinilai Cacat Hukum

August 12, 2026
Produsen Minuman Keras, Event Organizer dan Master of Ceremony Dilaporkan ke Polisi
Travel

Produsen Minuman Keras, Event Organizer dan Master of Ceremony Dilaporkan ke Polisi

August 11, 2026
Next Post
Kepala Bakom Qodari Tanggapi Tuduhan Amien Rais Terkait Seskab Teddy

Kepala Bakom Qodari Beri Penjelasan tentang Komisaris BUMN

POPULAR NEWS

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

May 14, 2026
Pelatih Renang di Kendari Diduga Melakukan Pencabulan terhadap 4 Anak di Bawah Umur

Pelatih Renang di Kendari Diduga Melakukan Pencabulan terhadap 4 Anak di Bawah Umur

July 10, 2026
Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

June 27, 2026
Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
Pengadilan Kasus Gibran Memangkas Hukuman Menjadi 6 Tahun Penjara

Pengadilan Kasus Gibran Memangkas Hukuman Menjadi 6 Tahun Penjara

July 19, 2026

EDITOR'S PICK

Sunan Amoragam dan Noldi Menang Lawan Petinju Thailand di Pertandingan Internasional 2026

Sunan Amoragam dan Noldi Menang Lawan Petinju Thailand di Pertandingan Internasional 2026

May 31, 2026
Prabowo Rencanakan Pembangunan 5000 Desa Nelayan dengan Target 1300 Desa Tahun Ini

Prabowo Rencanakan Pembangunan 5000 Desa Nelayan dengan Target 1300 Desa Tahun Ini

June 13, 2026
Roy Suryo dan Tifa Siap Bertarung di Pengadilan Tanpa Ajukan Praperadilan

Roy Suryo dan Tifa Siap Bertarung di Pengadilan Tanpa Ajukan Praperadilan

June 23, 2026
Rupiah Menguat 0,14% dan Dolar AS Turun ke Rp17.800

Rupiah Menguat 0,14% dan Dolar AS Turun ke Rp17.800

August 20, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Gempa 5,8 Kembali Guncang NTT, Warga Panik Keluar Rumah
  • KPK Duga Bebizie Terima Uang dari Korporasi Tersangka Korupsi Batu Bara
  • Insiden Ganggu KRL Rute Bogor dan Tangerang Pagi Ini
  • Ongkos Haji 2027 Meningkat, Dana Terkendala di Saudi
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In