Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto baru saja menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR, pada tanggal 1 Oktober 2026. Suyudi merupakan satu-satunya nama yang diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden Nomor R57/Pres/09/2026, yang telah disampaikan sebelumnya.
Dalam proses pemilihan, ketua DPR Puan Maharani menjelaskan bahwa biasanya hanya satu nama yang diusulkan dalam situasi seperti ini. Hal ini menunjukkan bahwa Suyudi telah menjadi pilihan utama Presiden dalam melanjutkan kepemimpinan Polri ke depan.
Fit and proper test yang dilakukan terhadap Suyudi berlangsung cukup singkat, hanya sekitar 30 menit. Setelah menjalani proses tersebut, nama Suyudi langsung dibawa ke sidang paripurna untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut.
Proses Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri
Proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test merupakan langkah krusial dalam pemilihan pemimpin kepolisian. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan dan komitmen calon dalam menjalankan tugas kepolisian di masa mendatang.
Rapat yang digelar di Komisi III DPR menunjukkan perhatian serius terhadap isu-isu yang dihadapi kepolisian. Dalam sesi tersebut, Suyudi memaparkan berbagai rencananya jika ia terpilih menjadi Kapolri.
Selama sesi, banyak pertanyaan yang diajukan kepada Suyudi mengenai pengalamannya dan visinya untuk Polri. Pengalaman Suyudi sebagai Kepala BNN menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan yang ada.
Visi dan Misi Suyudi sebagai Calon Kapolri
Suyudi memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan reformasi di tubuh Polri. Ia menekankan pentingnya membuat evaluasi menyeluruh terhadap kekurangan yang ada di dalam institusi tersebut.
Dalam wawancaranya, Suyudi menegaskan niatnya untuk memperluas capaian-capaian positif yang telah dibangun oleh para pendahulunya. Ia berencana untuk menerapkan kebijakan yang lebih humanis dan mendekatkan polisi dengan masyarakat.
Lebih lanjut, Suyudi mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat” dalam masa kepemimpinannya. Ia melihat tema ini sebagai doktrin dan arah transformasi yang sangat vital bagi Polri. Masyarakat menjadi pusat orientasi tugas kepolisian, dan hal ini akan diutamakan dalam setiap kebijakan yang diambil.
Langkah Selanjutnya dan Pelantikan
Setelah melalui proses uji kelayakan, langkah selanjutnya bagi Suyudi adalah pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan ini diharapkan bisa segera dilaksanakan bersamaan dengan kabar reshuffle kabinet yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Pelantikan ini merupakan momen penting bagi Suyudi, yang akan menjadi pejabat tertinggi di Polri. Dukungan dari pimpinan dan masyarakat sangat diharapkan agar ia dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Suyudi berharap, jika terpilih nantinya, timnya dapat berkolaborasi dengan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Kerja sama antara Polri dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan keamanan yang berkelanjutan.















