Presiden Republik Indonesia yang ketujuh, Joko Widodo, menghadiri kegiatan silaturahmi di Pondok Pesantren Nurul Qodiri yang terletak di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, pada Minggu siang yang berlangsung meriah. Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan sambutan yang penuh rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyambut kehadirannya dengan hangat, termasuk para pengasuh pondok pesantren, santri, serta masyarakat sekitar.
Dalam ungkapannya, Jokowi mengekspresikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kiai Imam Suhadi dan seluruh pengurus pondok. Ia menegaskan bahwa meski telah menjabat sebagai presiden selama dua periode, dirinya tetaplah orang biasa yang bersumber dari latar belakang masyarakat desa.
“Saya tetap seperti yang dulu, masih orang kampung, masih orang desa,” kata Jokowi saat berbicara kepada para hadirin. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ia berada di puncak kekuasaan, ingatannya akan akar budaya dan nilai-nilai masyarakat tidak pernah hilang.
Jokowi Mendengar Harapan Masyarakat Lampung
Dalam sambutannya, Jokowi juga menyampaikan bahwa banyak warga Lampung yang sering berkunjung ke kediaman pribadinya di Sumber, Solo. Kunjungan ini menjadi tanda bahwa masyarakat Lampung sangat antusias untuk bertemu dan berbagi cerita, serta harapan dengan presiden.
“Setiap minggu, banyak sekali yang datang, menyampaikan beragam aspirasi dan harapan,” ujarnya. Kehadirannya di Pondok Pesantren ini dianggap sebagai momen yang tepat untuk menjawab kerinduan masyarakat yang ingin bertemu secara langsung dan berbicara langsung.
Jokowi menambahkan, kehadirannya di Pondok Pesantren juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Ia sangat menyadari pentingnya kunjungan semacam ini untuk menjaga komunikasi dan konektivitas dengan masyarakat.
Tujuan Silaturahmi Jokowi di Lampung
Kunjungan ini tidak hanya sebatas memenuhi undangan, tetapi juga menciptakan kesempatan untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Jokowi ingin memastikan bahwa semua lapisan masyarakat merasa terwakili dalam pemerintahan.
Dalam sambutannya, Presiden juga menegaskan pentingnya silaturahmi dengan masyarakat Lampung, baik di wilayah Lampung Tengah, Mesuji, Pesawaran, Tulang Bawang, serta Bandar Lampung. Ia berharap untuk menjalin hubungan yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat.
Jokowi menjelaskan, “Kunjungan ini penting untuk memperlihatkan bahwa pemerintah mendengarkan suara masyarakat di daerah-daerah.” Dengan cara ini, pemerintah berharap bisa lebih dekat dan responsif terhadap permasalahan yang dihadapi setiap daerah.
Menuju Akhir Kegiatan Safari dan Silaturahmi
Menutup sambutannya, Jokowi kembali menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia juga mengingatkan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari safari politik dalam rangka menjalin hubungan erat dengan masyarakat.
“Saya mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan,” ucap Jokowi, sambil mengingatkan akan pentingnya komunikasi dua arah dalam membangun kepercayaan antara pemerintah dan warga. Pernyataan itu merefleksikan sikap rendah hati dan keterbukaannya terhadap kritik.
Kunjungan di Pondok Pesantren Nurul Qodiri menjadi agenda penutup perjalanan Jokowi di Lampung setelah tiga hari melakukan safari politik. Selama periode ini, Presiden juga menghadiri acara-acara penting lainnya, termasuk konsolidasi di beberapa daerah.
















