Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat bahwa lebih dari 3.000 dokumen kependudukan telah berhasil diterbitkan ulang untuk warga yang terkena dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Proses pemulihan ini menjadi sangat penting, mengingat banyaknya warga yang kehilangan akses terhadap dokumen vital mereka di tengah bencana.
Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Agustus 2024 ini telah merenggut lebih dari seratus nyawa dan melukai ribuan orang. Bencana tersebut juga memaksa ratusan ribu warga untuk mengungsi, menjadikan upaya pemulihan dokumen sebagai kebutuhan mendesak.
Sebagai respon cepat terhadap situasi ini, Ditjen Dukcapil membentuk tim tanggap darurat yang diperuntukkan bagi tujuh kabupaten terdampak. Tim ini bertugas untuk memastikan bahwa penduduk yang kehilangan dokumen bisa segera mendapatkan penggantian dan dukungan yang diperlukan.
Langkah Proaktif untuk Memulihkan Dokumen Kependudukan
Menurut Direktur Jenderal Dukcapil, pemulihan dokumen kependudukan merupakan kunci untuk memberikan kembali hak-hak dasar kepada warga. Tanpa adanya dokumen seperti KTP elektronik dan Kartu Keluarga, warga akan kesulitan dalam mengakses bantuan serta layanan lain yang sangat dibutuhkan seperti kesehatan dan pendidikan.
Pemulihan ini bukan hanya sekadar penerbitan dokumen, tetapi juga mencakup pendekatan aktif yang melibatkan tim dari Ditjen Dukcapil. Tim ini melibatkan petugas yang membawa peralatan dan jaringan internet langsung ke lokasi pengungsian untuk melayani warga secara langsung.
Kondisi infrastruktur pascabencana yang rusak, seperti server dan alat perekam KTP-el yang tidak berfungsi, turut menjadi tantangan. Oleh karena itu, penggunaan perangkat portabel menjadi solusi yang efektif untuk membantu warga secara lebih cepat.
Pembinaan dan Penyaluran Bantuan Secara Langsung
Tim Dukcapil memfokuskan pencarian kepada lokasi-lokasi pengungsian dan desa-desa yang terdampak parah. Langkah ini diambil agar layanan pembuatan dokumen seperti KTP-el dan Kartu Keluarga bisa langsung diserahkan kepada pemohon tanpa harus mengantri di kantor dukcapil yang rusak.
Keberadaan tim di lapangan memungkinkan warga untuk mendapatkan dokumen vital tanpa harus melakukan perjalanan jauh, yang di tengah situasi bencana bisa menjadi sangat sulit. Warga dapat segera menggunakan dokumen tersebut untuk keperluan mendesak, seperti pengambilan bantuan logistik dan pendaftaran layanan kesehatan.
Selain itu, layanan jemput bola ini juga mencakup penerbitan dokumen anak-anak yang kehilangan akta kelahiran dengan harapan mereka tetap bisa bersekolah. Dukungan ini menjadi sangat penting agar generasi muda tidak kehilangan kesempatan pendidikan akibat bencana.
Kepedulian dan Kerja Sama Lintas Sektor
Sekretaris Ditjen Dukcapil menyatakan bahwa mereka juga memberikan hibah peralatan kepada dinas dukcapil setempat untuk memastikan bahwa mereka tetap mampu mengoperasikan layanan pembaruan dokumen di masa mendatang. Ini bertujuan untuk membangun kapasitas lokal agar bisa mandiri dalam pemulihan dokumen.
Kerja sama dengan sektor lokal juga dilakukan untuk mendaftarkan penduduk yang ingin mendapatkan bantuan sosial. Tim Dukcapil mengorganisir pendaftaran di beberapa desa terdampak, agar lebih dari 100 keluarga sudah terdaftar dalam program perlindungan sosial digital.
Dengan mengadakan posko di lokasi pengungsian, masyarakat dapat mengakses layanan pencatatan kependudukan dengan mudah. Meski banyak yang kehilangan dokumen fisik, mereka tetap dapat melakukan verifikasi data dengan bantuan petugas.
















