• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Saturday, October 31, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Tuan Tanah Matraman Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun

Malino SPDI by Malino SPDI
October 31, 2026
in Lifestyle
0
Tuan Tanah Matraman Kuasai Lahan 400 Hektare Selama 41 Tahun
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Matraman merupakan salah satu kawasan di Jakarta yang menyimpan sejarah panjang dan beragam cerita menarik di balik wajah modernnya. Dari deretan rumah yang padat penduduk hingga aktivitas perdagangan yang ramai, kawasan ini menjadi bagian penting dalam kehidupan ibu kota. Meskipun kini dikenal sebagai pusat kesibukan, Matraman memiliki akar sejarah yang dalam dan kompleks.

Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai hunian, tetapi juga merupakan jalur lalu lintas yang strategis di Jakarta. Sejak zaman kolonial, Matraman telah menjadi saksi bisu berbagai perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi di ibu kota. Dalam artikel ini, kita akan mengupas lebih dalam mengenai sejarah Matraman, yang menyentuh aspek kehidupan masyarakat dan penguasaan tanah di masa lalu.

READ ALSO

Ekosistem Emas sebagai Masa Depan Indonesia dan Peluang yang Tersedia

IHSG Turun 1,29 Persen Menjadi 5.032 Pada Penutupan Bursa

Perjalanan sejarah Matraman tidak lepas dari karakter yang sangat mempengaruhi perkembangan kawasan ini. Sosok penting ini adalah J.M.L. Bohl, seorang wirausahawan Belanda yang datang ke Batavia di usia muda. Dalam waktu yang relatif singkat, ia berhasil menguasai lahan pertanian yang luas di Matraman, menjadikannya sebagai salah satu penguasa tanah segani pada masa Hindia Belanda.

J.M.L. Bohl: Penguasa Tanah di Matraman

J.M.L. Bohl menginjakkan kaki di Batavia pada tahun 1864 dengan harapan meraih kesuksesan. Sejak awal kedatangannya, ia bekerja keras dan berusaha untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Awalnya, ia bekerja di perusahaan perdagangan, namun dengan ketekunan dan bakatnya, ia beralih ke investasi properti yang mengantarkannya pada kesuksesan di bidang pertanahan.

Dengan modal yang diperolehnya dari bekerja keras, Bohl mulai membeli tanah dan bertindak sebagai tuan tanah di area Matraman. Dalam waktu singkat, ia mampu menguasai lahan seluas 502 bau, yang setara dengan sekitar 400 hektare. Lahan ini tidak hanya berfungsi sebagai pertanian, tetapi juga menjadi simbol status dan kekayaan yang mengantarkannya ke posisi penting dalam masyarakat kolonial pada waktu itu.

Pembangunan yang diinisiasi oleh Bohl di kawasan ini juga tergolong mencolok. Ia membangun sebuah kediaman mewah lengkap dengan fasilitas yang luar biasa untuk ukuran zamannya, termasuk taman dengan puluhan ekor rusa peliharaan. Hal ini mencerminkan kemewahan dan pengaruhnya dalam memperkuat status sosialnya di kalangan elit kolonial.

Transformasi Matraman di Masa Kolonial

Sepanjang masa kepemilikannya, Bohl mengubah Matraman menjadi lahan produktif. Berbagai pertanian penting seperti padi dan kelapa tumbuh subur di area tersebut, memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal. Masyarakat sekitar turut merasakan manfaat dari pertanian yang dibangun oleh Bohl, karena nilai jual hasil pertanian semakin meningkat selama masa itu.

Namun, meskipun kaya secara materi, Bohl dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup. Menurut laporan dari media masa pada saat itu, ia jarang bergaul dengan masyarakat luas. Kehidupannya lebih banyak dilakukan dalam kesendirian, dengan hubungan sosial yang terbatas hanya pada kalangan elit kolonial saja.

Kendati demikian, Bohl tidak sepenuhnya menghindari dunia politik. Ia merambah ke ranah politik lokal dengan mencalonkan diri sebagai anggota dewan perwakilan untuk wilayah Meester Cornelis, menunjukkan bahwa ia juga memiliki ambisi di luar urusan pertanahan. Pencalonan tersebut menandakan bahwa statusnya dalam masyarakat tidak hanya terfokus pada penguasaan tanah.

Keberangkatan Bohl dan Dampaknya Terhadap Matraman

Kisah hidup J.M.L. Bohl berakhir pada 18 Juni 1920, ketika ia meninggal dunia di usia 72 tahun setelah menjalani operasi usus buntu yang diiringi komplikasi kesehatan. Kematian Bohl menandai akhir dari era kepemilikan pribadi atas tanah partikelir di Matraman selama lebih dari empat dekade.

Setelah kematiannya, aset-aset yang dimilikinya diambil alih oleh pemerintah kolonial, yang mengubah pola kepemilikan tanah di kawasan tersebut. Perubahan kepemilikan ini juga menjadi titik balik bagi masyarakat yang bergantung pada lahan pertanian yang dikelola oleh Bohl, membawa dampak besar bagi kehidupan mereka.

Meskipun zaman terus berubah dan bentuk kawasan Matraman telah bertransformasi menjadi kawasan metropolitan modern, sejarah Bohl dan penguasaan tanahnya akan selalu tersimpan dalam ingatan. Semangat, ambisi, dan cara hidupnya merefleksikan kompleksitas kehidupan di masa kolonial yang penuh dengan dinamika sosial.

Tags: HektareKuasaiLahanMatramanSelamaTahunTanahTuan

Related Posts

Ekosistem Emas sebagai Masa Depan Indonesia dan Peluang yang Tersedia
Lifestyle

Ekosistem Emas sebagai Masa Depan Indonesia dan Peluang yang Tersedia

October 30, 2026
IHSG Turun 1,29 Persen Menjadi 5.032 Pada Penutupan Bursa
Lifestyle

IHSG Turun 1,29 Persen Menjadi 5.032 Pada Penutupan Bursa

October 30, 2026
Transformasi Bisnis Dorong Pertumbuhan Pendapatan 13,2% di Garuda
Lifestyle

Transformasi Bisnis Dorong Pertumbuhan Pendapatan 13,2% di Garuda

October 29, 2026
Premi Risiko Naik, Minat Investor Terhadap Surat Utang RI Menurun
Lifestyle

Premi Risiko Naik, Minat Investor Terhadap Surat Utang RI Menurun

October 29, 2026
Target Prabowo Selesaikan Masalah Sampah RI pada 2028 Dengan Tugas Danantara
Lifestyle

Target Prabowo Selesaikan Masalah Sampah RI pada 2028 Dengan Tugas Danantara

October 28, 2026
Mitratel Laksanakan MESOP Tahap III dengan Harga Rp582 per Saham
Lifestyle

Mitratel Laksanakan MESOP Tahap III dengan Harga Rp582 per Saham

October 28, 2026
Next Post
Sadar Risiko Dipecat, Michael Carrick Tak Butuh Jaminan Keamanan Kerja

Sadar Risiko Dipecat, Michael Carrick Tak Butuh Jaminan Keamanan Kerja

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

May 21, 2026
Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

Aset BUMN Turun Rp 100 Triliun Karena Kesalahan Pengelolaan

May 21, 2026

EDITOR'S PICK

Kakak Beradik Tiba-tiba Bergabung dengan Geng Miliarder Dunia karena Bisnis Ini

Kakak Beradik Tiba-tiba Bergabung dengan Geng Miliarder Dunia karena Bisnis Ini

May 10, 2026
Pria 53 Tahun di Jakarta Barat Pecah Kaca Mobil dan Curi Uang Rp1,2 Miliar

Pria 53 Tahun di Jakarta Barat Pecah Kaca Mobil dan Curi Uang Rp1,2 Miliar

July 29, 2026
Polisi Selidiki Pelemparan Bom Molotov ke Rumah Advokat di Ciracas

Polisi Selidiki Pelemparan Bom Molotov ke Rumah Advokat di Ciracas

July 5, 2026
Penjualan Bersih Asing Sesi 1 Rp 1,4 Triliun, TPIA dan DEWA Dijual

Penjualan Bersih Asing Sesi 1 Rp 1,4 Triliun, TPIA dan DEWA Dijual

June 19, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Wakil Ketua DPD Dorong Suara Daerah Muncul ke Permukaan
  • Eks Bupati Gowa Sitti Husniah Tidak Ajukan Penangguhan Penahanan
  • Santri Diminta Memperkuat Penguasaan Teknologi oleh Menag
  • Tabrakan Kapal Laut Jaya 9 dan Kapal Kargo di Perairan Bintan, ABK Hilang
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In