• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Wednesday, August 12, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Travel

Tuntutan Jaksa untuk Eks Pejabat Kemhan Leonardi Dinilai Cacat Hukum

Malino SPDI by Malino SPDI
August 12, 2026
in Travel
0
Hakim PN Cilacap Diberhentikan dan Menerima Pensiun karena Kasus Suap
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mantan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan, Laksda TNI (Purn) Leonardi, mengungkapkan pandangannya mengenai tuntutan jaksa dalam kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan satelit di slot orbit 123. Menurutnya, tuntutan tersebut memiliki cacat hukum dan tidak sesuai dengan dakwaan yang telah diajukan.

Pernyataan ini disampaikan Leonardi dalam sidang pledoi yang berlangsung di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, yang dilakukan pada 10 April. Ia menegaskan bahwa seluruh tuntutan yang diajukan kepadanya adalah bentuk ketidakadilan dan menolak semua poin yang disebutkan dalam dakwaan.

READ ALSO

Produsen Minuman Keras, Event Organizer dan Master of Ceremony Dilaporkan ke Polisi

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah Ditentang PDIP

Leonardi merasa aneh karena dirinya adalah satu-satunya individu dari pihak pemerintah yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Ia menyatakan bahwa semua langkah yang diambil dalam proyek ini sesuai dengan perintah atasannya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Saat menjelaskan lebih lanjut, Leonardi menegaskan bahwa selama masa jabatannya, Presiden Joko Widodo tidak pernah memutuskan untuk menghentikan program terkait pengadaan satelit tersebut. Bahkan, ia menekankan bahwa tidak ada instruksi yang diterimanya untuk menghentikan proyek ini meski dihadapkan pada masalah anggaran.

Ia menyebut bahwa setelah proyek menghadapi masalah di Badan Arbitrase Singapura, tidak ada langkah konkret dari pihak pemerintah untuk mengatasi isu tersebut. Ia dan timnya telah berusaha mengadakan rapat terbatas guna membahas kelanjutan proyek, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Detail Tuntutan dan Alasannya yang Dipaparkan oleh Leonardi

Dalam pledoinya, Leonardi menyoroti adanya perubahan mendasar dalam hukum yang digunakan dalam surat tuntutan oleh jaksa militer. Ia menyatakan bahwa perubahan ini sangat cacat dari segi hukum dan bertentangan dengan asas legalitas.

Leonardi mengungkapkan bahwa ada perubahan terhadap Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang seharusnya tidak dilakukan tanpa pembahasan mendalam. Ia berpendapat bahwa perubahan tersebut bertentangan dengan prinsip due process of law yang harus dijunjung tinggi.

Kuasa hukum Leonardi, Rinto Maha, juga menambahkan bahwa perubahan pasal tersebut tidak diakomodasi dalam dokumen-dokumen penting terkait proses hukum, seperti surat perintah lidik atau surat dakwaan. Hal ini membuat tuntutan tersebut tidak sah dan tidak dapat dijadikan dasar bagi penjatuhan pidana.

Leonardi juga mempermasalahkan nilai kerugian negara yang disebutkan dalam tuntutan jaksa. Ia mencatat bahwa nilai ini meningkat dari Rp306,8 miliar menjadi Rp349,4 miliar, menciptakan keraguan akan keakuratan dan keabsahan perhitungan tersebut.

Ia mengingatkan, apabila nilai kerugian tersebut selalu berubah, maka hal ini tidak dapat dikategorikan sebagai kerugian yang nyata. Ini menunjukkan ada kelemahan dalam perhitungan yang dilakukan oleh pihak yang menyusun tuntutan tersebut.

Pandangan tentang Proyek dan Status Anggaran

Leonardi juga menanggapi klaim yang menyatakan bahwa proyek pengadaan satelit tetap dilanjutkan meskipun tidak memiliki alokasi anggaran di dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) pemerintah. Ia menilai bahwa keputusan untuk melanjutkan proyek seharusnya didasarkan pada rapat terbatas.

Ia menjelaskan, tindakan menandatangani kontrak pengadaan dengan pihak Airbus Defence and Space senilai US$495 juta seharusnya tidak dianggap melanggar hukum jika memang ada kejelasan mengenai anggaran. Dalam hal ini, Leonardi merasa dirinya menjadi korban dari situasi yang lebih besar.

Jaksa mengklaim bahwa tindakan Leonardi menyebabkan masalah serius, termasuk gugatan dari Gabor di International Chamber of Commerce (ICC). Ini menjadi sorotan besar karena semua keputusan keuangan harus diambil dengan hati-hati mengingat implikasi hukum dan finansial yang ada.

Putusan arbitrase yang dihasilkan menunjukkan bahwa negara memiliki kewajiban pembayaran yang besar, yang akan memberi dampak signifikan terhadap keuangan negara. Leonardi berharap agar semua pihak dapat mengklarifikasi dan memperjelas posisi mereka dalam kasus ini.

Kesepakatan itu menciptakan kewajiban pembayaran yang mencengangkan, mengingat jumlahnya menjadi sangat tinggi jika dikonversi menjadi rupiah. Hal ini menciptakan urgensi bagi semua pihak untuk menemukan penyelesaian sebelum guncangan lebih lanjut terjadi.

Penjelasan Hukum dan Implikasi ke Depan

Pada kesempatan itu, Leonardi juga menegaskan pentingnya keabsahan semua dokumen hukum yang melibatkan kasus ini. Menurutnya, semua pihak harus menghormati prinsip-prinsip hukum yang berlaku agar tidak terjadi kesalahpahaman di masa depan.

Ia mengungkapkan keprihatinan tentang penegakan hukum yang tidak konsisten dan dapat menyebabkan banyak kerugian, baik bagi individu yang terlibat maupun bagi negara. Upaya untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap sistem hukum harus dilakukan.

Leonardi pun mencermati bahwa pengawasan terhadap proyek-proyek pemerintah harus lebih ketat untuk mencegah terjadinya penyimpangan. Hal ini penting agar ke depan tidak ada lagi kasus serupa yang merugikan banyak pihak.

Berharap agar kasus ini membuka diskusi lebih luas tentang transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan publik, Leonardi menegaskan bahwa ke depannya, semua keputusan harus melibatkan keterbukaan.

Ketidakpastian hukum harus diminimalisir agar masyarakat dapat merasakan keadilan, bukan hanya bagi mereka yang berada di posisi kekuasaan tetapi juga bagi setiap warga negara.

Tags: CacatDinilaiEksHukumJaksaKemhanLeonardiPejabatTuntutanuntuk

Related Posts

Produsen Minuman Keras, Event Organizer dan Master of Ceremony Dilaporkan ke Polisi
Travel

Produsen Minuman Keras, Event Organizer dan Master of Ceremony Dilaporkan ke Polisi

August 11, 2026
Hasto Minta Balasan Surat BGN Terkait Data Kader PDIP yang Terlibat MBG
Travel

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah Ditentang PDIP

August 11, 2026
6 Provinsi Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan dari Riau hingga Kalimantan Selatan
Travel

6 Provinsi Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan dari Riau hingga Kalimantan Selatan

August 10, 2026
Pemeriksaan 4 ASN Ditjen Bea Cukai Semarang oleh KPK dalam Kasus Blueray
Travel

Penggeledahan KPK di Bengkulu Sita Dokumen dan Barang Elektronik Selama Sepekan

August 10, 2026
Tembok Pembatas Sekolah Dasar Roboh Timpa Peserta Jalan Sehat di Sleman, 10 Luka
Travel

Tembok Pembatas Sekolah Dasar Roboh Timpa Peserta Jalan Sehat di Sleman, 10 Luka

August 9, 2026
Polisi Tangkap 5 Pelaku Penganiayaan dan Paksaan Terhadap Pria di Tangerang
Travel

Polisi Tangkap 5 Pelaku Penganiayaan dan Paksaan Terhadap Pria di Tangerang

August 9, 2026

POPULAR NEWS

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

May 14, 2026
Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

June 27, 2026
Pelatih Renang di Kendari Diduga Melakukan Pencabulan terhadap 4 Anak di Bawah Umur

Pelatih Renang di Kendari Diduga Melakukan Pencabulan terhadap 4 Anak di Bawah Umur

July 10, 2026
Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
Platform Permainan Online Targetkan Dana Besar dari Wall Street

Platform Permainan Online Targetkan Dana Besar dari Wall Street

July 24, 2026

EDITOR'S PICK

Marketplace Siap Terapkan Jadwal Baru Pajak E-Commerce

Marketplace Siap Terapkan Jadwal Baru Pajak E-Commerce

August 6, 2026
Dua Pencuri Kabel Senilai Rp143 Juta Ditangkap Polisi di Cikarang

Dua Pencuri Kabel Senilai Rp143 Juta Ditangkap Polisi di Cikarang

July 12, 2026
Bupati dan Sekda Kuansing Menyerahkan Diri ke KPK

Bupati dan Sekda Kuansing Menyerahkan Diri ke KPK

July 1, 2026
Sains dan Teknologi Kunci Kemajuan Bangsa, Pendidikan sebagai Fondasi Menurut Prabowo

Sains dan Teknologi Kunci Kemajuan Bangsa, Pendidikan sebagai Fondasi Menurut Prabowo

August 6, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Tuntutan Jaksa untuk Eks Pejabat Kemhan Leonardi Dinilai Cacat Hukum
  • Polisi Selidiki Tujuh Saksi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II
  • Seleksi Hakim Agung, KY Ungkap Alasan Identitas Calon Tidak Terlihat
  • Respons Koalisi Sipil terhadap Pernyataan Panglima TNI tentang Tanggung Jawab Keamanan
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In