• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Saturday, August 29, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Travel

Respons Guru terhadap Wacana Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis

Malino SPDI by Malino SPDI
May 30, 2026
in Travel
0
Respons Guru terhadap Wacana Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penggunaan bahasa asing dalam pendidikan di Indonesia terus menjadi perdebatan yang hangat. Baru-baru ini, isu tersebut kembali mencuat seiring dengan rencana pemerintah yang akan menjadikan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah. Banyak pihak, termasuk perhimpunan guru, mempertanyakan dasar dari kebijakan ini.

Koordinator Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, mengingatkan bahwa keputusan edukasi perlu didasari oleh keseriusan yang mempertimbangkan kebutuhan nyata, bukan sekadar untuk keperluan diplomatik. Dia menilai, pengenalan bahasa asing harus berdasar pada analisis yang mendalam agar tidak membebani sistem pendidikan yang sudah ada.

READ ALSO

Polisi Menangkap 322 Orang, Satu Tewas

Dukcapil Lakukan Pelayanan Dokumen Korban Gempa Nagekeo secara Langsung

P2G menunjukkan bahwa instruksi tersebut disampaikan tanpa penjelasan yang jelas terkait urgensi pembelajaran bahasa tersebut bagi semua siswa Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai seberapa pentingnya pengajaran Bahasa Prancis dalam konteks pendidikan saat ini.

Urgensi Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah Indonesia

Melihat rencana pemerintah, banyak yang mempertanyakan relevansi dan prioritas dalam pengajaran bahasa asing. Satriwan menekankan bahwa pengajaran Bahasa Prancis tidak dapat dipisahkan dari konteks kebijakan pendidikan jangka panjang, yang saat ini tengah fokus pada perbaikan kualitas dasar pembelajaran. Dalam pandangannya, penekanan pengajaran bahasa asing harus berdasar pada kebutuhan pasar dan tantangan global.

Beberapa kalangan percaya bahwa pengajaran Bahasa Prancis mungkin tidak mendesak, mengingat kapasitas siswa yang masih terbatas dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Jika semua aspek ini tidak dibenahi terlebih dahulu, maka penerapan pengajaran bahasa asing akan menjadi hambatan.

P2G mencatat bahwa melaksanakan pengajaran Bahasa Prancis secara wajib memerlukan banyak guru yang terlatih. Di Indonesia, kebutuhan tersebut dapat mencapai ratusan ribu guru, yang belum tentu tersedia saat ini. Ini akan menambah beban kurikulum yang saat ini telah cukup padat.

Kondisi Pendidikan Dasar yang Perlu Diperbaiki

Saat ini, hasil ujian siswa menunjukkan bahwa masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam kemampuan dasar mereka. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan angka yang memprihatinkan dalam Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Alih-alih menambah beban mata pelajaran, pemerintah seharusnya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan yang sudah ada.

Satriwan mengingatkan bahwa dibandingkan menjadikan Bahasa Prancis sebagai prioritas, jauh lebih mendesak untuk memperbaiki kemampuan dasar siswa. Jika pemerintah ingin menciptakan generasi yang mampu bersaing di dunia global, langkah awal yang perlu diambil adalah memperkuat fondasi dalam pelajaran utama.

Dengan beberapa program sertifikasi yang tengah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan, langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan tanpa mengesampingkan mata pelajaran yang sudah ada. Program tersebut mencakup berbagai bahasa asing, namun tetap tidak mengabaikan pentingnya pelajaran dasar.

Kompetensi dan Peluang Kerja di Dunia Global

Saat ini, banyak sektor yang mencari individu dengan kemampuan bahasa asing, tetapi tetap saja Bahasa Inggris menjadi prioritas utama. Pengajaran bahasa asing lainnya, termasuk Bahasa Prancis, sudah ada dalam kurikulum sebagai mata pelajaran pilihan, namun tidak seharusnya menjadi mata pelajaran wajib tanpa kajian komprehensif.

Dalam pandangan P2G, lokalitas, serta kebutuhan industri harus lebih menjadi pertimbangan dalam pengembangan kurikulum. Selain itu, pentingnya mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja menjadi alasan untuk memperkuat mata pelajaran dasar lebih dulu.

Keterampilan berbahasa asing bisa menjadi nilai tambah bagi siswa yang memasukki dunia kerja, tetapi jika kemampuan dasar mereka masih berada di bawah standar, maka masalah besar akan muncul. Oleh karena itu, langkah yang lebih bijak adalah meningkatkan terlebih dahulu mutu pembelajaran yang sudah ada.

Tags: BahasaGuruPrabowoPrancisResponsterhadapWacanaWajibkan

Related Posts

Polisi Menangkap 322 Orang, Satu Tewas
Travel

Polisi Menangkap 322 Orang, Satu Tewas

August 29, 2026
Dukcapil Lakukan Pelayanan Dokumen Korban Gempa Nagekeo secara Langsung
Travel

Dukcapil Lakukan Pelayanan Dokumen Korban Gempa Nagekeo secara Langsung

August 28, 2026
Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Menutupi Palembang
Travel

Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Menutupi Palembang

August 27, 2026
Pemerintah Tidak Terlibat dalam Pembekuan Rekening Aktivis di Pati
Travel

Pemerintah Tidak Terlibat dalam Pembekuan Rekening Aktivis di Pati

August 27, 2026
Bantah Premanisme di Sekolah Islam Pamulang, UIN Berikan Alasan Kunjungan Malam
Travel

Bantah Premanisme di Sekolah Islam Pamulang, UIN Berikan Alasan Kunjungan Malam

August 26, 2026
Suasana Bioskop Mini Jaksinema Pasar Rumput saat Libur Maulid
Travel

Suasana Bioskop Mini Jaksinema Pasar Rumput saat Libur Maulid

August 25, 2026
Next Post
Kades Sidoarjo Ditemukan Tewas Terjerat Selang

Petani Ditemukan Tewas Terbungkus Karung di Bawah Jembatan Deliserdang

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Massimiliano Allegri Menjadi Pelatih Baru Napoli Setelah Dipecat dari AC Milan

Massimiliano Allegri Menjadi Pelatih Baru Napoli Setelah Dipecat dari AC Milan

May 29, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Bank Besar Rencanakan PHK Massal, Ini Penyebabnya

August 9, 2026

EDITOR'S PICK

Anggota BAIS TNI Kreatif Campurkan Cairan Air Keras

Anggota BAIS TNI Kreatif Campurkan Cairan Air Keras

May 13, 2026
Bangunan Hijau Jadi Standar Pasar, Mendorong Efisiensi Energi

Bangunan Hijau Jadi Standar Pasar, Mendorong Efisiensi Energi

August 7, 2026
Mourinho Tegaskan Belum Berbicara dengan Real Madrid

Mourinho Tegaskan Belum Berbicara dengan Real Madrid

May 11, 2026
Rekening Judol Bertambah Terus, Bos OJK Siap Luncurkan Strategi Ini

Rekening Judol Bertambah Terus, Bos OJK Siap Luncurkan Strategi Ini

July 15, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Polisi Menangkap 322 Orang, Satu Tewas
  • Aksi Drone dan Pesawat F-16 Warnai Merdeka Run 2026 dengan Bendera Raksasa
  • Pikap Lewati Gerbang DPR Saat Aksi Unjuk Rasa 27 Agustus
  • Praperadilan Febrie Adriansyah Gagal di Pengadilan
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In