• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Saturday, May 30, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Travel

Respons Guru terhadap Wacana Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis

Malino SPDI by Malino SPDI
May 30, 2026
in Travel
0
Respons Guru terhadap Wacana Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penggunaan bahasa asing dalam pendidikan di Indonesia terus menjadi perdebatan yang hangat. Baru-baru ini, isu tersebut kembali mencuat seiring dengan rencana pemerintah yang akan menjadikan Bahasa Prancis sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah. Banyak pihak, termasuk perhimpunan guru, mempertanyakan dasar dari kebijakan ini.

Koordinator Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, mengingatkan bahwa keputusan edukasi perlu didasari oleh keseriusan yang mempertimbangkan kebutuhan nyata, bukan sekadar untuk keperluan diplomatik. Dia menilai, pengenalan bahasa asing harus berdasar pada analisis yang mendalam agar tidak membebani sistem pendidikan yang sudah ada.

READ ALSO

Kejagung Kasasi Vonis Banding Terdakwa Migor Marcella Santoso

Pemotor Jatuh ke Lubang di Jalan Amblas Lenteng Agung Jakarta Selatan

P2G menunjukkan bahwa instruksi tersebut disampaikan tanpa penjelasan yang jelas terkait urgensi pembelajaran bahasa tersebut bagi semua siswa Indonesia. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai seberapa pentingnya pengajaran Bahasa Prancis dalam konteks pendidikan saat ini.

Urgensi Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah Indonesia

Melihat rencana pemerintah, banyak yang mempertanyakan relevansi dan prioritas dalam pengajaran bahasa asing. Satriwan menekankan bahwa pengajaran Bahasa Prancis tidak dapat dipisahkan dari konteks kebijakan pendidikan jangka panjang, yang saat ini tengah fokus pada perbaikan kualitas dasar pembelajaran. Dalam pandangannya, penekanan pengajaran bahasa asing harus berdasar pada kebutuhan pasar dan tantangan global.

Beberapa kalangan percaya bahwa pengajaran Bahasa Prancis mungkin tidak mendesak, mengingat kapasitas siswa yang masih terbatas dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Jika semua aspek ini tidak dibenahi terlebih dahulu, maka penerapan pengajaran bahasa asing akan menjadi hambatan.

P2G mencatat bahwa melaksanakan pengajaran Bahasa Prancis secara wajib memerlukan banyak guru yang terlatih. Di Indonesia, kebutuhan tersebut dapat mencapai ratusan ribu guru, yang belum tentu tersedia saat ini. Ini akan menambah beban kurikulum yang saat ini telah cukup padat.

Kondisi Pendidikan Dasar yang Perlu Diperbaiki

Saat ini, hasil ujian siswa menunjukkan bahwa masih banyak yang perlu ditingkatkan dalam kemampuan dasar mereka. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan angka yang memprihatinkan dalam Bahasa Inggris, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Alih-alih menambah beban mata pelajaran, pemerintah seharusnya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan yang sudah ada.

Satriwan mengingatkan bahwa dibandingkan menjadikan Bahasa Prancis sebagai prioritas, jauh lebih mendesak untuk memperbaiki kemampuan dasar siswa. Jika pemerintah ingin menciptakan generasi yang mampu bersaing di dunia global, langkah awal yang perlu diambil adalah memperkuat fondasi dalam pelajaran utama.

Dengan beberapa program sertifikasi yang tengah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan, langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan tanpa mengesampingkan mata pelajaran yang sudah ada. Program tersebut mencakup berbagai bahasa asing, namun tetap tidak mengabaikan pentingnya pelajaran dasar.

Kompetensi dan Peluang Kerja di Dunia Global

Saat ini, banyak sektor yang mencari individu dengan kemampuan bahasa asing, tetapi tetap saja Bahasa Inggris menjadi prioritas utama. Pengajaran bahasa asing lainnya, termasuk Bahasa Prancis, sudah ada dalam kurikulum sebagai mata pelajaran pilihan, namun tidak seharusnya menjadi mata pelajaran wajib tanpa kajian komprehensif.

Dalam pandangan P2G, lokalitas, serta kebutuhan industri harus lebih menjadi pertimbangan dalam pengembangan kurikulum. Selain itu, pentingnya mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia kerja menjadi alasan untuk memperkuat mata pelajaran dasar lebih dulu.

Keterampilan berbahasa asing bisa menjadi nilai tambah bagi siswa yang memasukki dunia kerja, tetapi jika kemampuan dasar mereka masih berada di bawah standar, maka masalah besar akan muncul. Oleh karena itu, langkah yang lebih bijak adalah meningkatkan terlebih dahulu mutu pembelajaran yang sudah ada.

Tags: BahasaGuruPrabowoPrancisResponsterhadapWacanaWajibkan

Related Posts

Kejagung Kasasi Vonis Banding Terdakwa Migor Marcella Santoso
Travel

Kejagung Kasasi Vonis Banding Terdakwa Migor Marcella Santoso

May 30, 2026
Pemotor Jatuh ke Lubang di Jalan Amblas Lenteng Agung Jakarta Selatan
Travel

Pemotor Jatuh ke Lubang di Jalan Amblas Lenteng Agung Jakarta Selatan

May 29, 2026
Tahapan Penanganan Pascabencana di Sumatera Menurut Tito Karnavian
Travel

Tahapan Penanganan Pascabencana di Sumatera Menurut Tito Karnavian

May 29, 2026
DPR Minta Pemerintah Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset oleh WNI
Travel

DPR Minta Pemerintah Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset oleh WNI

May 28, 2026
Lancar Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina
Travel

Lancar Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina

May 28, 2026
Sapi di Tasikmalaya Melar 4 Kilometer dan Menyeruduk Warga
Travel

Sapi di Tasikmalaya Melar 4 Kilometer dan Menyeruduk Warga

May 27, 2026

POPULAR NEWS

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
19 WNI Ditangkap di Arab Saudi Karena Melanggar Hukum Haji

19 WNI Ditangkap di Arab Saudi Karena Melanggar Hukum Haji

May 17, 2026

EDITOR'S PICK

Eks Ombudsman Yeka Hendra Tersangka Kasus OOJ Migor di Kejaksaan Agung

Eks Ombudsman Yeka Hendra Tersangka Kasus OOJ Migor di Kejaksaan Agung

May 26, 2026
DPR Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk Indonesia Cegah Hantavirus

DPR Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk Indonesia Cegah Hantavirus

May 8, 2026
Lancar Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina

Lancar Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba di Mina

May 28, 2026
AC Milan Pecat Allegri dan Tiga Petinggi Klub Setelah Gagal ke Liga Champions

AC Milan Pecat Allegri dan Tiga Petinggi Klub Setelah Gagal ke Liga Champions

May 26, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Respons Guru terhadap Wacana Prabowo Wajibkan Bahasa Prancis
  • PDIP Harap Jokowi Tunjukkan Ijazah Saat Kunjungan Lapangan Selanjutnya
  • Dukung Brand Lokal di brightspotCITY 2026 Lewat Inovasi Material Interior
  • Tito Dukung Program Rumah dan Perumahan di Kendari Sebagai Bukti Kehadiran Negara
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In