• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Saturday, September 5, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Otomotif

Api Misterius di Rumah Sleman Diduga Akibat Limbah Pemotongan Ayam

Malino SPDI by Malino SPDI
June 4, 2026
in Otomotif
0
Api Misterius di Rumah Sleman Diduga Akibat Limbah Pemotongan Ayam
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah merilis hasil investigasi mengenai kebakaran misterius yang sering terjadi di kediaman Mutfiana, yang berlokasi di Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta. Investigasi ini mengungkap bahwa api yang muncul diduga terkait dengan keberadaan gas hidrogen (H2) yang terdeteksi di lokasi tersebut.

Koordinator Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, menyebutkan bahwa gas hidrogen kemungkinan besar berasal dari proses fermentasi limbah organik, terutama dari pemotongan ayam yang dilakukan oleh keluarga Mutfiana. Proses ini dapat menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya gas berbahaya.

READ ALSO

Tinggi Gunung Anak Krakatau Pasca 2018 Belum Berpotensi Picu Tsunami

Huntap untuk Penyintas Banjir di Tapsel Segera Dibangun Menurut Gibran

Penelitian ini semakin menarik karena menunjukkan bahwa gas hidrogen dapat berasosiasi dengan senyawa lain yang juga berisiko, seperti gas fosfin (PH3). Gas fosfin dihasilkan dari material yang kaya fosfat, seperti tulang dan bagian keras bulu ayam, yang sering kali terabaikan dalam proses analisis.

Analisis Lebih Dalam Mengenai Kebakaran Misterius

Alva mengungkapkan bahwa gas fosfin sulit terdeteksi dan akan terbakar jika terpapar oksigen. Paduan antara gas hidrogen dan fosfin itulah yang diduga menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Tim peneliti UGM kini sedang menjalani penelitian laboratorium untuk meneliti sumber gas berbahaya ini lebih lanjut.

Mereka juga melakukan analisis terhadap limbah cair yang mungkin berkontribusi terhadap fenomena kebakaran ini. Saat ini, UGM merekomendasikan agar sirkulasi udara di rumah Mutfiana lebih baik lagi dengan membuka jendela dan pintu agar gas berbahaya dapat cepat keluar.

Langkah preventif lain yang disarankan adalah pemasangan blower atau kipas angin. Ini bertujuan untuk mencegah penumpukan gas yang dapat mencapai konsentrasi berbahaya. Hal ini sangat penting mengingat kondisi di dalam rumah yang berpotensi menjadi sarang gas beracun.

Rangkuman Penemuan dan Rekomendasi

Sebagai bagian dari investigasi ini, tim menekankan pentingnya mengeluarkan barang-barang yang mudah terbakar dari dalam rumah untuk mengurangi risiko kebakaran lebih lanjut. Ini termasuk pakaian dan barang-barang lain yang dapat dengan mudah menjadi saksi bisu dari kebakaran yang tak terduga.

Tim UGM juga merencanakan untuk melakukan penjenuhan cairan basa, seperti air kapur, pada tanah dan lantai kediaman. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kemungkinan bakteri Clostridium yang dapat mengakibatkan peningkatan gas hidrogen.

Kebakaran ini telah mengganggu keluarga Mutfiana selama hampir dua minggu, dengan lebih dari 80 kejadian terpisah yang terkait dengan api yang muncul tiba-tiba. Kejadian ini tak hanya mengikis ketenangan keluarga namun juga memunculkan kecemasan di sekitar lingkungan.

Pengalaman Keluarga Mutfiana dan Dampak Sosial

Keluarga Mutfiana telah mencatat lebih dari 65 titik kebakaran yang terjadi di dalam rumah mereka sejak insiden mulai terjadi. Tidur menjadi sulit, dan mereka selalu waspada terhadap kemungkinan kebakaran lebih lanjut. Terbakar juga barang berharga dan persediaan makanan yang ada di rumah.

Lebih memprihatinkan, titik-titik api ini mulai melebar hingga ke area ruko tempat mereka mengungsi. Dalam dua minggu terakhir, mereka merasa tertekan dan terisolasi dari aktivitas sosial lain, yang tentunya memberi dampak psikologis berarti bagi seluruh keluarga.

Situasi ini menunjukkan betapa bahayanya fenomena yang tidak terdeteksi dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Keluarga Mutfiana berharap bahwa langkah-langkah yang diambil oleh para peneliti dapat segera membuahkan hasil positif dan mengakhiri teror api yang menghantui mereka.

Tags: AkibatApiAyamDidugaLimbahMisteriusPemotonganRumahSleman

Related Posts

Tinggi Gunung Anak Krakatau Pasca 2018 Belum Berpotensi Picu Tsunami
Otomotif

Tinggi Gunung Anak Krakatau Pasca 2018 Belum Berpotensi Picu Tsunami

September 5, 2026
Huntap untuk Penyintas Banjir di Tapsel Segera Dibangun Menurut Gibran
Otomotif

Huntap untuk Penyintas Banjir di Tapsel Segera Dibangun Menurut Gibran

September 4, 2026
Larangan Pembakaran Lahan Saat Kebakaran Hutan dan Lahan
Otomotif

Larangan Pembakaran Lahan Saat Kebakaran Hutan dan Lahan

September 4, 2026
Febrie Adriansyah Diperiksa Selama 10 Jam dengan 50 Pertanyaan Kasus TPPU
Otomotif

Febrie Adriansyah Diperiksa Selama 10 Jam dengan 50 Pertanyaan Kasus TPPU

September 3, 2026
Roy Suryo Ajukan Gugatan Aturan Praperadilan ke Mahkamah Konstitusi
Otomotif

Roy Suryo Ajukan Gugatan Aturan Praperadilan ke Mahkamah Konstitusi

September 3, 2026
Anggota DPRD Kota Bengkulu Diduga Terima Uang dari Swasta
Otomotif

Anggota DPRD Kota Bengkulu Diduga Terima Uang dari Swasta

September 2, 2026
Next Post
IHSG Terus Tertekan, Sesi 1 Anjlok 3,48%

IHSG Terus Tertekan, Sesi 1 Anjlok 3,48%

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Massimiliano Allegri Menjadi Pelatih Baru Napoli Setelah Dipecat dari AC Milan

Massimiliano Allegri Menjadi Pelatih Baru Napoli Setelah Dipecat dari AC Milan

May 29, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Geledah Rumah Pengusaha di Pacitan Terkait Kasus Bupati Ponorogo

Geledah Rumah Pengusaha di Pacitan Terkait Kasus Bupati Ponorogo

May 19, 2026

EDITOR'S PICK

Bocah Jadi Korban Bullying di Jakarta Pusat Diduga Terlibat Pemalakan

Bocah Jadi Korban Bullying di Jakarta Pusat Diduga Terlibat Pemalakan

June 16, 2026
Presiden Liga Spanyol Minta Gianni Infantino Mundur dari FIFA, Berikut Alasannya

Presiden Liga Spanyol Minta Gianni Infantino Mundur dari FIFA, Berikut Alasannya

July 22, 2026
Perdagangan Saham Dihentikan Sementara, ADHI Berkomentar

Perdagangan Saham Dihentikan Sementara, ADHI Berkomentar

August 24, 2026
8 Prinsip TOD dalam Pengembangan Stasiun Bekasi Ekstensi Menurut Summarecon

8 Prinsip TOD dalam Pengembangan Stasiun Bekasi Ekstensi Menurut Summarecon

July 29, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Krakatau Semburkan Lava, Warga Diimbau Jauhi Radius 3 Km
  • Dentuman di Jabar Diduga Terkait dengan Aktivitas Anak Krakatau
  • Anak Krakatau Erupsi, BNPB Imbau Warga Banten-Lampung Tetap Tenang Terkait Tsunami
  • Warga Dihimbau Waspada Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Suara Dentuman
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In