Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan kesiapannya untuk menggelar Muktamar ke-35 NU yang direncanakan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus 2026. Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, PBNU mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk membuka acara secara resmi, sebuah langkah penting dalam menjaga hubungan antara pemerintah dan organisasi keagamaan ini.
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa persiapan untuk muktamar ini sedang berjalan dengan baik. Dengan waktu kurang dari dua bulan menuju pelaksanaan, panitia pelaksana terus aktif menyiapkan berbagai aspek untuk memastikan kelancaran acara tersebut.
Gus Ipul juga menyampaikan harapannya agar Muktamar ini dapat dibuka langsung oleh Presiden, menandakan sinergi antara PBNU dan kepemimpinan nasional. Ia berharap kunjungan presiden dapat memberikan dukungan moral yang signifikan bagi peserta dan pengurus NU di seluruh Indonesia.
Persiapan dan Konsolidasi di Lingkungan Nahdlatul Ulama
Selain menanti kehadiran presiden, PBNU juga fokus pada konsolidasi di seluruh tingkat pengurus. Panitia bekerja sama dengan Pengurus Wilayah (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) untuk memastikan seluruh pengurus daerah dapat berpartisipasi secara penuh dalam Muktamar ini.
Pentingnya dokumen dan surat-surat resmi menjadi salah satu isu utama yang dihadapi oleh PWNU dan PCNU di berbagai daerah. Gus Ipul mengimbau agar pengurus yang belum melengkapi berkas segera menyelesaikan untuk mendapatkan Surat Keputusan dari PBNU agar bisa ikut serta.
Sebagai langkah proaktif, PBNU juga menyediakan kebijakan khusus untuk pengurus NU yang berada di tanah Papua. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam proses menuju Muktamar, dan setiap kelompok memiliki akses yang sama untuk berpartisipasi.
Gus Ipul menambahkan bahwa tim khusus dibentuk untuk membantu PWNU dan PCNU dalam menuntaskan proses administrasi yang diperlukan. Melalui dikoordinirnya tim, diharapkan semua pengurus dapat mengikuti Muktamar dengan baik tanpa terkendala oleh masalah dokumen.
PBNU berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan terkait Muktamar. Gus Ipul meminta semua pengurus NU untuk mengandalkan sumber resmi dari PBNU dan tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita yang tidak jelas kebenarannya.
Penanggulangan Berita Palsu dan Keterlibatan Masyarakat
Menjelang Muktamar, dinamika informasi yang beredar harus menjadi perhatian serius. Gus Ipul mengingatkan peserta untuk tidak cepat percaya pada kabar yang tidak terverifikasi, yang mungkin mengandung unsur penyesatan. Dalam era digital yang penuh informasi, hati-hati dalam memilih sumber berita sangat penting.
Gus Ipul menegaskan, “Kita harus menjadi masyarakat yang kritis dan bijaksana dalam menerima informasi. Jangan sampai berita hoaks mengganggu konsentrasi kita menjelang Muktamar.” Ia mendorong semua pengurus agar memiliki kesadaran akan pentingnya membangun komunikasi yang solid dan transparan.
Sebagai tambahan, PBNU membuka ruang dialog untuk seluruh pengurus agar dapat menyampaikan aspirasi dan saran menjelang muktamar. Keterlibatan aktif dari masyarakat NU diharapkan dapat memperkuat kehadiran mereka di acara ini.
Gus Ipul juga mengapresiasi peran media dalam memberikan informasi yang tepat terkait Muktamar. Dengan dukungan media, harapannya seluruh masyarakat dapat mengikuti perkembangan dan partisipasi dalam muktamar, meskipun tidak dapat hadir secara langsung.
Dibutuhkan kolaborasi antara pengurus dan warga untuk menciptakan suasana yang kondusif menjelang Muktamar. Gus Ipul berpesan agar semua pihak dapat bekerja sama demi kesuksesan acara besar tersebut.
Partisipasi dan Kontribusi Dari Berbagai Pihak untuk Muktamar
Persiapan matang untuk Muktamar ke-35 NU tidak hanya melibatkan PBNU, tetapi juga dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Gus Ipul mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada PWNU Jawa Timur dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang telah aktif berkontribusi dalam persiapan acara tersebut.
Kontribusi dari berbagai pihak ini sangat penting untuk menjaga kesolidan serta meningkatkan partisipasi dalam Muktamar. Dengan adanya sinergi antara berbagai pengurus, diharapkan Muktamar dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.
PBNU juga berusaha memastikan bahwa setiap suara dari masyarakat NU dapat didengar dan diperhatikan. Proses Muktamar ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga wadah bagi pengurus untuk menyampaikan aspirasi dan program kerja ke depan.
Gus Ipul percaya bahwa Muktamar ke-35 akan menjadi momentum penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama. Dari Santri hingga para ulama, partisipasi seluruh elemen NU akan menciptakan kekuatan bagi organisasi ini ke depan.
Pada akhirnya, keberhasilan Muktamar sangat ditentukan oleh partisipasi aktif dan kolaborasi yang baik dari seluruh pengurus dan masyarakat. Gus Ipul mengajak semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi demi cita-cita bersama.”
















