Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan dukungannya terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemberantasan korupsi yang lebih mendalam, khususnya dalam lingkaran kekuasaan. Dalam pidatonya pada hari ulang tahun ke-12 Projo, yang diadakan di Jakarta Selatan, Budi Arie menekankan perlunya peningkatan komitmen dalam memberantas praktik korupsi yang terus berlanjut.
Dalam konteks ini, Budi Arie menyebutkan bahwa saat ini banyak pejabat yang menyatakan diri mereka mengabdi untuk rakyat, namun kenyataannya mereka terjebak dalam praktik korupsi. Ia menganggap hal ini merupakan paradoks yang harus segera diatasi demi menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Saat ini banyak yang mengaku untuk rakyat, tetapi tindakan mereka justru merugikan rakyat. Ini adalah realita yang tidak bisa kita abaikan,” tambah Budi Arie dengan tegas.
Komitmen Projo dalam Pemberantasan Korupsi yang Efektif
Budi Arie menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuan pemberantasan korupsi yang sebenarnya, harus ada tindakan tegas terhadap praktik korupsi yang terjadi di pusat kekuasaan. Projo berkomitmen untuk mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk membersihkan lingkungan tersebut.
Dalam penjelasannya, Budi Arie menekankan bahwa pemerintah tidak bisa mengklaim telah melakukan pemberantasan korupsi apabila praktik tersebut masih marak di kalangan elit kekuasaan. Ia merasa perlu adanya konsistensi dalam tindakan untuk memastikan korupsi bisa dihilangkan dari akar masalahnya.
“Kita perlu menyapu bersih segala praktik korupsi dari lingkaran kekuasaan agar kita bisa mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Peningkatan Kualitas Eksekusi Program Pemerintah
Budi Arie juga memberikan pandangannya mengenai program-program yang diusung oleh pemerintahan saat ini. Menurutnya, meskipun tidak ada yang salah dengan ide-ide tersebut, kesalahan sering kali terletak pada pelaksanaannya. Pelaksanaan yang kurang tepat bisa menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.
“Kesalahan ini bukan terletak pada ide, tetapi pada bagaimana eksekusinya dilakukan. Ini akan menjadi masalah jika tidak segera diperbaiki,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan detail dalam pelaksanaan program-program tersebut, untuk menghasilkan dampak yang positif bagi masyarakat.
Perayaan HUT Projo yang Simpel dan Bermakna
Acara perayaan ulang tahun ke-12 Projo tersebut berlangsung dengan sederhana di kantor Dewan Pimpinan Pusat Projo. Hanya dihadiri oleh pengurus inti dan sejumlah anggota relawan, acara ini menunjukkan kesederhanaan dan kekuatan komunitas tersebut.
Menariknya, tidak ada banner atau baliho yang menampilkan gambar Jokowi atau Prabowo-Gibran dalam acara tersebut. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai sikap Projo terhadap kedua tokoh tersebut.
“Kami memiliki logo, dan itu sudah cukup. Ini adalah momen untuk merayakan bersama tanpa bergantung pada gambar figur publik,” jelas Budi Arie menjelaskan alasan di balik kesederhanaan tersebut.
















