• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Friday, May 22, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Health

Demokrat Respon terhadap Data Pertumbuhan Ekonomi 35 Persen

Malino SPDI by Malino SPDI
May 22, 2026
in Health
0
Demokrat Respon terhadap Data Pertumbuhan Ekonomi 35 Persen
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Cik Asan, memberikan tanggapan terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto yang membahas pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengakui bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi terlihat positif, masih ada keprihatinan mendalam mengenai dampaknya terhadap masyarakat kecil yang sering tidak merasakannya.

Selama tujuh tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata mencapai 5 persen per tahun, dan Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami peningkatan signifikan. Namun, Marwan mempertanyakan, apakah pertumbuhan ini benar-benar berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat terutama yang berada dalam kategori berpenghasilan rendah.

READ ALSO

Jemaah Haji Lansia Indonesia Hilang di Makkah Pekan Lalu Masih Belum Ditemukan

Anggota DPRD Temanggung Keras Terhadap Teman Wanita di Tempat Karaoke

Banyak petani, nelayan, dan pekerja informal yang mengalami stagnasi dalam kehidupan mereka, dan ini menjadi kekhawatiran bagi Marwan. Melihat angka-angka statistik yang mengesankan tidak selalu mencerminkan kenyataan yang dialami oleh lapisan masyarakat bawah.

Dengan Angka Pertumbuhan yang Baik, Kenapa Masih Ada Kemiskinan?

Marwan mengungkapkan bahwa meski angka kemiskinan yang tercatat saat ini adalah 8,47 persen, yang berarti sekitar 23,85 juta orang, penurunan ini terasa lambat dan tidak mencukupi. Angka ini mungkin terlihat baik di permukaan, tetapi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi, terdapat banyak pertanyaan yang perlu dijawab.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa ketimpangan masih menjadi masalah serius dengan Rasio Gini yang mencapai 0,375. Ini menandakan bahwa distribusi kesejahteraan di masyarakat Indonesia masih tidak merata. Pertumbuhan yang terpusat di kota-kota besar dan fokus pada investasi besar hanya akan memperburuk kondisi ini.

Dari pengalaman sehari-hari rakyat, Marwan menegaskan bahwa masalah yang mereka hadapi adalah harga pangan yang tinggi, akses terhadap perumahan layak, pelayanan kesehatan, serta kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Ini adalah tantangan yang harus dihadapi dengan serius oleh pemerintah jika ingin melihat kemajuan yang berkelanjutan.

Model Pertumbuhan Ekonomi yang Diperlukan untuk Masyarakat

Menurut Marwan, Indonesia memerlukan model pertumbuhan baru yang lebih inklusif dan berbasis pada transformasi struktural. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya akan dinilai dari angka-angka statistik, tetapi juga dari seberapa banyak lapangan kerja yang tercipta untuk masyarakat. Penciptaan lapangan kerja formal harus menjadi fokus utama dari pertumbuhan ini.

Ia menekankan pentingnya mengevaluasi keberhasilan investasi tidak hanya dari nilai nominal, tetapi dari dampak positif terhadap lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Hal ini akan mendapatkan dukungan penuh untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkeadilan.

Marwan juga mengusulkan agar hilirisasi ekonomi lebih diperluas sehingga bisa menyentuh sektor-sektor yang langsung berhubungan dengan rakyat. Terlebih, kualitas sumber daya manusia harus ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan literasi digital agar masyarakat dapat bersaing dalam era global.

Pernyataan Presiden Prabowo dan Respon Masyarakat

Pernyataan presiden Prabowo dalam rapat paripurna DPR mengenai ketidakcocokan antara pertumbuhan ekonomi dan angka kemiskinan menarik perhatian. Ia mengungkapkan kebingungan mengapa angka kemiskinan bisa meningkat meskipun pertumbuhan ekonomi terlihat positif selama tujuh tahun terakhir.

Prabowo mempertanyakan mengapa jika ekonomi tumbuh 35 persen, justru kemiskinan juga meningkat dari 46,1 persen menjadi 49 persen. Pertanyaan ini mencerminkan dilema yang dihadapi negara dan menjadi sorotan penting untuk dijawab oleh semua pemangku kepentingan.

Marwan berharap semua pihak bisa berkolaborasi untuk menciptakan solusi yang dapat mengatasi ketidakmerataan dan memastikan bahwa pertumbuhan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah upaya kolaboratif yang membutuhkan komitmen dan kerja keras dari semua elemen masyarakat.

Tags: DataDemokratEkonomiPersenPertumbuhanResponterhadap

Related Posts

Jemaah Haji Lansia Indonesia Hilang di Makkah Pekan Lalu Masih Belum Ditemukan
Health

Jemaah Haji Lansia Indonesia Hilang di Makkah Pekan Lalu Masih Belum Ditemukan

May 21, 2026
Anggota DPRD Temanggung Keras Terhadap Teman Wanita di Tempat Karaoke
Health

Anggota DPRD Temanggung Keras Terhadap Teman Wanita di Tempat Karaoke

May 21, 2026
Bareskrim Ajukan Red Notice Pemasok Sabu Jaringan The Doctor
Health

Bareskrim Ajukan Red Notice Pemasok Sabu Jaringan The Doctor

May 20, 2026
Tindakan Tegas Terhadap Polisi yang Terlibat Narkoba
Health

Tindakan Tegas Terhadap Polisi yang Terlibat Narkoba

May 20, 2026
Limpahkan Berkas Tersangka Kuota Haji ke Pengadilan oleh KPK Segera
Health

Limpahkan Berkas Tersangka Kuota Haji ke Pengadilan oleh KPK Segera

May 19, 2026
Kepala Sekolah SMK Swasta Tangsel Diberhentikan Terkait Dugaan Perundungan Anak
Health

Kepala Sekolah SMK Swasta Tangsel Diberhentikan Terkait Dugaan Perundungan Anak

May 19, 2026
Next Post
Kewajiban Campur Etanol 5% pada BBM Mulai Berlaku Juli 2026

Kewajiban Campur Etanol 5% pada BBM Mulai Berlaku Juli 2026

POPULAR NEWS

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
19 WNI Ditangkap di Arab Saudi Karena Melanggar Hukum Haji

19 WNI Ditangkap di Arab Saudi Karena Melanggar Hukum Haji

May 17, 2026

EDITOR'S PICK

Suami Siram Istri dengan Air Keras Setelah Rujuk Ditolak di Pinrang Sulsel

Suami Siram Istri dengan Air Keras Setelah Rujuk Ditolak di Pinrang Sulsel

May 6, 2026
Perebutan Tiket Eropa dan Usaha Bertahan di Liga

Perebutan Tiket Eropa dan Usaha Bertahan di Liga

May 19, 2026
Pengeroyokan Wisatawan Surabaya di Malang Terjadi dalam Detik-Detik Menghentikan Kegiatan

Pengeroyokan Wisatawan Surabaya di Malang Terjadi dalam Detik-Detik Menghentikan Kegiatan

May 6, 2026
MoU antara BI dan Bank Negara Malaysia untuk Perkuat Kebijakan Bank Sentral

MoU antara BI dan Bank Negara Malaysia untuk Perkuat Kebijakan Bank Sentral

May 11, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Prabowo Donasi 25 Sapi Iduladha di Sulsel dengan Berat Total 1 Ton
  • Bos Tambang Bauksit Kalbar Terjerat Kasus Korupsi IUP
  • Kebakaran di Satpas SIM Daan Mogot, 8 Mobil Pemadam Diterjunkan
  • Juventus Terancam Tidak Lolos ke Liga Champions
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In