Sebuah video menarik dari Tuban, Jawa Timur, menunjukkan petani yang diangkut menggunakan drone saat pulang dari lahan perkebunan. Video ini viral di media sosial setelah diunggah di TikTok, namun sang pemilik akun mengaku bahwa itu hanyalah konten iseng belaka dan bukan strategi pertanian yang sesungguhnya.
Direktur PT Bina Tani Makmur, Budianto, menjelaskan bahwa fungsi utama drone yang berkapasitas besar tersebut adalah untuk membawa pupuk, bibit, dan hasil panen. Meskipun video itu mengundang perhatian, penggunaan drone dalam pertanian semakin menjadi metode yang menguntungkan bagi para petani.
Pemilik akun yang mengunggah video tersebut, Budianto, menegaskan bahwa drone tersebut tidak dirancang untuk membawa orang. Ia merujuk pada penggunaan yang lebih praktis dan berbasis kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi kerja di lahan pertanian.
Inovasi Pertanian dengan Drone: Menyemprot dan Mengangkut Produk Pertanian
Drone pertanian kini menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi petani. Dengan kemampuan menyemprot cairan pestisida dan pupuk cair dari ketinggian, metode ini meningkatkan efektivitas dan efisiensi para petani dalam mengelola lahan mereka. Ini terutama bermanfaat di area perkebunan yang sulit dijangkau secara manual.
Budianto menjelaskan bahwa drone tersebut dapat mengangkut beban hingga 150 kilogram, termasuk pupuk dan bibit. Ia melakukan modifikasi untuk memanfaatkan drone sesuai kebutuhan, mengganti tandon air dengan tali untuk membawa barang yang diperlukan dalam pertanian.
Fasilitas seperti drone ini juga memberikan solusi bagi generasi muda yang enggan berurusan dengan tugas yang dianggap “kotor”, seperti mengangkut pupuk kandang. Pemuda saat ini lebih tertarik dengan teknologi dan metode otomatis untuk meningkatkan hasil kerja.
Budianto: Memfasilitasi Pekerja Muda di Sektor Pertanian
Budianto menyadari ketidakmauan anak muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan pertanian tradisional meskipun imbalan yang ditawarkan cukup menarik. Untuk itu, dia memutuskan untuk memperkenalkan teknologi drone demi menarik minat generasi muda dalam sektor pertanian. Dengan cara ini, pekerjaan kotor dapat dilakukan oleh petani yang lebih berpengalaman, sementara pemuda bertugas sebagai operator drone.
Hal ini menjadi penting karena mengedukasi generasi muda tentang pertanian modern tanpa harus bersentuhan dengan bau kotoran ternak. Budianto menekankan pentingnya diversifikasi pekerjaan di sektor pertanian agar lebih menarik bagi generasi muda.
Pada dasarnya, pemasangan drone ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pertanian tidak hanya untuk efisiensi kerja, tetapi juga untuk transformasi cara orang memandang pekerjaan di sektor itu.
Reaksi dan Kontroversi Video Viral: Antara Hiburan dan Realitas
Video yang menunjukkan petani diangkut oleh drone ini memicu berbagai reaksi di media sosial. Meski banyak yang menganggapnya lucu, Budianto ingin menekankan bahwa itu bukanlah cara yang benar dalam menggunakan drone. “Mengangkut orang dengan drone tidak diperbolehkan dan bukan tujuan utama alat ini,” jelasnya menegaskan.
Ia menyebut bahwa momen tersebut berawal dari rasa penasaran untuk menguji batas daya angkut drone. Pengangkutan yang terlihat dalam video sebenarnya bukan bagian dari kegiatan sehari-hari, melainkan eksperimen yang di luar konteks pertanian yang sebenarnya.
Budianto memastikan bahwa fokus utama penggunaan drone tetap pada distribusi pupuk, bibit, dan hasil panen, sesuai dengan tujuan awal pembeliannya. Meski video tersebut mengangkat tema yang menarik, petani diharapkan untuk tetap memanfaatkan teknologi dengan bijak.
















