• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Wednesday, June 24, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Tekno

Prabowo Sindir Pakar yang Dinilai Tidak Patriotik

Malino SPDI by Malino SPDI
June 24, 2026
in Tekno
0
Prabowo Sindir Pakar yang Dinilai Tidak Patriotik
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini kembali mengekspresikan pandangannya mengenai pemahaman para ahli yang dianggap tidak berkaitan dengan kepentingan nasional. Ini menjadi sebuah sorotan dalam konteks kebijakan impor beras yang dianggap merugikan para petani Indonesia.

Dalam pidatonya yang disampaikan di Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Prabowo menekankan betapa pentingnya untuk membela petani Indonesia terhadap pengaruh kebijakan yang merugikan mereka.

READ ALSO

Perdagangan Benur di Pasar Gelap Merugikan Negara Hingga Triliunan Rupiah

Roy Suryo dan Tifa Siap Bertarung di Pengadilan Tanpa Ajukan Praperadilan

“Banyak pakar-pakar yang pintar-pintar, sampai sekarang masih menganggap dirinya pintar mengatakan untuk apa kita membela petani Indonesia,” ungkap Prabowo dengan nada tegas. Pernyataan ini menjadi sebuah panggilan bagi para pemangku kebijakan untuk mendengarkan suara para petani.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Prabowo mengisahkan pengalamannya ketika menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Pada saat itu, ia menemui Menko Perekonomian dan dengan semangat menyampaikan aspirasinya yang menolak rencana impor beras dilakukan pemerintah.

Prabowo mencatat bahwa langkah impor beras akan merugikan petani, khususnya menjelang musim panen. “Apalagi impor beras pada saat petani mau panen, hancur harga untuk petani. Petani kita tidak bisa untung, tidak kembali modal,” tambahnya, memberikan gambaran jelas tentang dampak yang dihadapi oleh para petani.

Pengalaman Prabowo Menyuarakan Aspirasi Petani

Prabowo menjelaskan bahwa penolakan yang ia lihat bukan hanya dari para petani, tetapi juga dari pihak-pihak tertentu yang seharusnya berpihak kepada mereka. Dia mendapati bahwa ada penasihat yang justru mempertahankan kebijakan impor tersebut dengan alasan efisiensi.

“Ini kata-kata beliau, bukan Pak Aburizal Bakrie. Tapi salah satu penasihatnya bilang kalau petani Indonesia tidak efisien,” jelas Prabowo. Hal ini mengundang rasa prihatin bagi Prabowo dan menunjukkan ketidakpahaman sejumlah pihak terkait situasi yang dihadapi para petani.

Sikap skeptis tersebut menurutnya bukan hanya keliru, tetapi juga mencerminkan pola pikir yang tidak mendukung pembangunan pertanian lokal. Dia merasa sangat sedih dan terkejut mendengar pernyataan tersebut, yang menunjukkan betapa pentingnya manusiawi dalam menghargai perjuangan para petani.

Pentingnya hal ini adalah Prabowo menekankan bahwa pendekatan terhadap pertanian harus berbeda, berdasarkan pada kondisi lokal yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Hal tersebut berperan dalam memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Tentu saja, dampak dari kebijakan impor beras yang terus berlangsung selama bertahun-tahun memberikan tantangan besar bagi keberlangsungan usaha tani. Prabowo berharap adanya pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana kebijakan seharusnya berpihak kepada petani, bukan sebaliknya.

Impor Beras dan Dampaknya Terhadap Petani Lokal

Pemerintah seringkali menghadapi dilema dalam mengambil keputusan terkait kebijakan pangan, namun Prabowo menegaskan pentingnya memperhatikan strategi yang tepat untuk mendukung petani lokal. Seringkali, ketidakadilan terjadi ketika keputusan diambil tanpa melibatkan suara mereka yang paling terdampak.

“Impor beras bukan hanya tentang angka produksi, tetapi tentang kehidupan dan keberlangsungan petani,” katanya menekankan aspek manusiawi dalam masalah ini. Kegagalan untuk memahami hal ini dapat mengakibatkan sistem pertanian yang sakit.

Prabowo menilai bahwa petani lokal seharusnya mendapatkan dukungan yang kuat, bukan justru tertekan oleh kebijakan yang memihak pada negara lain. Kebijakan semacam ini, menurutnya, hanya akan menambah beban yang harus ditanggung oleh para petani.

Dia juga menggambarkan bagaimana banyak petani yang bingung dan tidak tahu harus berbuat apa lagi ketika harga beras jatuh akibat kebijakan impor. Mereka yang seharusnya menjadi tulang punggung perekonomian nasional menjadi semakin terpinggirkan.

Dengan kembalinya ke arah kebijakan yang lebih bersahabat dengan pertanian lokal, harapan untuk memulihkan harga dan membantu petani bisa menjadi kenyataan. Hal ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak yang berwenang.

Mendorong Kebijakan yang Berbasis kepada Kesejahteraan Petani

Untuk mewujudkan hal tersebut, Prabowo mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun kebijakan yang berpihak kepada petani. Stakeholder, termasuk pemerintah dan para peneliti, perlu bersinergi dalam menciptakan solusi bagi masalah yang ada.

“Kita perlu mendorong kebijakan yang lebih kuat dalam mendukung petani lokal, termasuk pemberian akses yang lebih baik terhadap input pertanian,” ucapnya. Hal ini sangat penting agar petani bisa mendapatkan keuntungan yang layak dari hasil jerih payah mereka.

Dalam pandangannya, penting untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya membeli produk lokal guna menjaga pertumbuhan ekonomi petani. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua pihak dalam masyarakat.

Melalui pendekatan yang lebih inklusif, Prabowo yakin ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan akhirnya berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Kebijakan yang baik akan membawa hasil yang baik, namun semua harus dimulai dari keinginan untuk berbagi hasil dengan adil.

Ke depannya, Prabowo berharap akan ada banyak dialog dan kolaborasi untuk menciptakan ekosistem pertanian di Indonesia agar lebih baik dan berkelanjutan. Harapan ini juga akan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang dalam memajukan sektor pertanian.

Tags: DinilaiPakarPatriotikPrabowoSindirTidakyang

Related Posts

Perdagangan Benur di Pasar Gelap Merugikan Negara Hingga Triliunan Rupiah
Tekno

Perdagangan Benur di Pasar Gelap Merugikan Negara Hingga Triliunan Rupiah

June 24, 2026
Roy Suryo dan Tifa Siap Bertarung di Pengadilan Tanpa Ajukan Praperadilan
Tekno

Roy Suryo dan Tifa Siap Bertarung di Pengadilan Tanpa Ajukan Praperadilan

June 23, 2026
Demo HMI Sulsel di Makassar Tuntut Evaluasi Kinerja Pemerintahan
Tekno

Demo HMI Sulsel di Makassar Tuntut Evaluasi Kinerja Pemerintahan

June 23, 2026
Penyidikan Tiga Tersangka Lain Kasus Ijazah Jokowi Masih Berlanjut
Tekno

Penyidikan Tiga Tersangka Lain Kasus Ijazah Jokowi Masih Berlanjut

June 22, 2026
Polisi Tangkap Pemerkosa Mahasiswi yang Mendaftar Kerja Sebagai Pengasuh Anak
Tekno

Pria Cakung Jakarta Timur Setubuhi Anak 12 Tahun Ditangkap di Atap Rumah

June 22, 2026
Cerita Pulang Haji Namun Terjerat Utang
Tekno

Cerita Pulang Haji Namun Terjerat Utang

June 21, 2026
Next Post
Kado HUT Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Tanah dari Kementerian ATR BPN

Kado HUT Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Tanah dari Kementerian ATR BPN

POPULAR NEWS

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

May 14, 2026
Investasi Properti Asia Pasifik Meningkat, Data Center dan Kantor Jadi Target Utama

Investasi Properti Asia Pasifik Meningkat, Data Center dan Kantor Jadi Target Utama

May 29, 2026
Polisi Berikan Penjelasan Mengenai Pocong Duduk yang Viral di Teras Warga Depok

Polisi Berikan Penjelasan Mengenai Pocong Duduk yang Viral di Teras Warga Depok

May 24, 2026
Perkuat Kredibilitas dengan 4 Bukti Komitmen Pembangunan Kota Mandiri Berkelanjutan

Perkuat Kredibilitas dengan 4 Bukti Komitmen Pembangunan Kota Mandiri Berkelanjutan

May 4, 2026

EDITOR'S PICK

Hadirkan Housewarming Ala Korea di Indonesia, Tawarkan Pengalaman Smart Home Berbasis AI

Hadirkan Housewarming Ala Korea di Indonesia, Tawarkan Pengalaman Smart Home Berbasis AI

June 15, 2026
Kebakaran di Satpas SIM Daan Mogot, 8 Mobil Pemadam Diterjunkan

Kebakaran di Satpas SIM Daan Mogot, 8 Mobil Pemadam Diterjunkan

May 22, 2026
Debottlenecking Dapat Percepat Investasi Hingga 30 Miliar Dolar AS

Debottlenecking Dapat Percepat Investasi Hingga 30 Miliar Dolar AS

May 13, 2026
Dinkes DKI Temukan 4 Kasus Hantavirus di Jakarta Minta Warga Waspada

Dinkes DKI Temukan 4 Kasus Hantavirus di Jakarta Minta Warga Waspada

May 12, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • WN Portugal Ditangkap di Bandara Bali Karena Bawa 50 Butir Amunisi Nirdokumen
  • Mayat Perempuan Ditemukan Dalam Mobil di Parkiran Bandara
  • Prediksi Ceko vs Meksiko: Harapan Kebaikan dari Tuan Rumah
  • SUNI dan RAJA Bagikan Dividen BBTN Berencana Buyback Saham
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In