• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Tuesday, May 12, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Otomotif

Urgensi Pengesahan RUU KKS di Kalangan Akademisi dan DPR

Malino SPDI by Malino SPDI
May 12, 2026
in Otomotif
0
Urgensi Pengesahan RUU KKS di Kalangan Akademisi dan DPR
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dosen Kajian Terorisme Universitas Indonesia, Sri Yunanto, menekankan pentingnya pengesahan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber sebagai upaya untuk menghadapi meningkatnya ancaman siber di Indonesia. Dalam konteks global, ia menilai bahwa ancaman-ancaman ini berpotensi melumpuhkan berbagai sistem vital di dalam negeri dan menjadi tantangan serius bagi keamanan nasional.

Yunanto menggarisbawahi bahwa berbagai sektor seperti perbankan, e-commerce, dan layanan kesehatan sangat rentan terhadap serangan siber. Ancaman-ancaman ini tidak bisa dianggap sepele, karena mereka dapat memicu kerugian yang sangat besar bagi perekonomian negara.

READ ALSO

Polisi Akan Memanggil Hakim dan Dosen UGM Terkait Pengurus Daycare Aresha

Respons Warga Pramono Kaji Waktu CFD Rasuna Said

Data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan miliaran upaya serangan siber yang terjadi setiap tahunnya, dengan kerugian total sekitar Rp500 triliun. Yang lebih mengkhawatirkan, sekitar 60 persen dari serangan ini memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), yang membuat mereka semakin sulit dideteksi dan ditangkal.

Ketahanan Siber di Era Digital: Mengapa RUU KKS Diperlukan Sekarang

Menghadapi situasi yang mengkhawatirkan ini, RUU KKS dianggap sebagai langkah yang krusial. Dalam seminar yang digelar di Universitas Indonesia, Yunanto menunjukkan bahwa serangan ransomware dan pencurian data telah memberikan dampak yang berarti, dengan kerugian mencapai Rp8,2 triliun setiap tahunnya.

Hasil dari Cisco Cybersecurity Readiness Index 2024 menunjukkan hanya 12 persen dari organisasi di Indonesia yang siap menghadapi ancaman siber dengan tingkat yang memadai. Ini mengindikasikan bahwa masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan ketahanan siber di Indonesia.

Yunanto juga mengingatkan adanya sejumlah insiden serius, seperti serangan terhadap infrastruktur pemerintah dan perusahaan besar. Insiden-insiden ini memperlihatkan bahwa Indonesia perlu segera berbenah agar tidak terus menjadi korban serangan digital yang merugikan.

Memahami Taktik Serangan Siber dan Dampaknya

Dalam perkembangan terbaru, Direktur Eksekutif Catalyst Policy-Works, Wahyudi Djafar, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 saja, Indonesia telah mengalami lebih dari 50 juta serangan siber. Berdasarkan data yang diambil dari Kapersky, serangan berbasis web mencapai lebih dari 14 juta, sedangkan yang berbasis perangkat mencatat angka mendekati 40 juta.

Wahyudi juga menyoroti adanya lonjakan substansial dalam jumlah serangan pada tahun 2025, yang mencapai 5,5 miliar, meningkat 714 persen dibanding rata-rata tahunan selama periode 2020 hingga 2024. Itu menunjukkan bahwa infrastruktur keamanan siber di Indonesia harus segera diperkuat.

Rendahnya kesadaran serta kapasitas pemangku kepentingan terkait keamanan siber semakin memperparah situasi. Masyarakat dan lembaga perlu lebih sadar akan pentingnya perlindungan data dan keamanan digital untuk menciptakan lingkungan yang aman.

Tantangan dalam Pengesahan RUU KKS dan Solusinya

Di samping itu, Wahyudi juga menyoroti tantangan dalam pengesahan RUU KKS yang disebabkan oleh ego sektoral dari berbagai lembaga yang ada. Dalam konteks ini, banyak instansi merasa sudah memiliki kekuatan sendiri melalui undang-undang masing-masing.

Oleh karena itu, sinkronisasi antar lembaga menjadi sangat penting untuk mencapai keamanan siber yang komprehensif. Hal ini memerlukan kerjasama dan kolaborasi antar aktor, agar bisa menciptakan landasan hukum yang kuat untuk perlindungan data dan transaksi digital.

Junico Siahaan, Anggota Komisi I DPR, juga memberikan pandangan senada terkait urgensi RUU KKS. Ia mencatat bahwa masih ada banyak aspek yang belum sistematis dalam manajemen krisis siber, termasuk pembagian kewenangan yang tegas di tingkat nasional.

Junico berpendapat bahwa meskipun Indonesia memiliki berbagai regulasi terkait keamanan siber, instrumen-instrumen ini belum saling terintegrasi dan masih berdiri sendiri-sendiri. Hal ini menegaskan pentingnya untuk segera mereformasi kerangka hukum agar dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat.

Setelah diskusi yang berlangsung, Junico menjelaskan bahwa DPR menargetkan RUU KKS ini bisa rampung dalam dua kali sesi masa sidang. Proses pembahasan ini diharapkan melibatkan partisipasi yang luas, termasuk dari akademisi dan masyarakat, untuk menghasilkan regulasi yang komprehensif dan relevan.

Tags: AkademisidanDPRKalanganKKSPengesahanRUUUrgensi

Related Posts

Polisi Akan Memanggil Hakim dan Dosen UGM Terkait Pengurus Daycare Aresha
Otomotif

Polisi Akan Memanggil Hakim dan Dosen UGM Terkait Pengurus Daycare Aresha

May 12, 2026
CFD Rasuna Said Efektif Dimulai pada 1 Juni Meski Masih Berbenah
Otomotif

Respons Warga Pramono Kaji Waktu CFD Rasuna Said

May 11, 2026
Ponpes Mesuji Terbakar karena Isu Pencabulan, Satu Tersangka Ditangkap
Otomotif

Ponpes Mesuji Terbakar karena Isu Pencabulan, Satu Tersangka Ditangkap

May 11, 2026
CFD Rasuna Said Efektif Dimulai pada 1 Juni Meski Masih Berbenah
Otomotif

CFD Rasuna Said Efektif Dimulai pada 1 Juni Meski Masih Berbenah

May 10, 2026
Wamenkum Ingatkan Advokat untuk Mendukung Perlindungan HAM
Otomotif

Wamenkum Ingatkan Advokat untuk Mendukung Perlindungan HAM

May 10, 2026
Ammar Zoni Dipindah ke Lapas Nusakambangan Setelah Divonis 7 Tahun
Otomotif

Ammar Zoni Dipindah ke Lapas Nusakambangan Setelah Divonis 7 Tahun

May 9, 2026
Next Post
Dinkes DKI Temukan 4 Kasus Hantavirus di Jakarta Minta Warga Waspada

Dinkes DKI Temukan 4 Kasus Hantavirus di Jakarta Minta Warga Waspada

POPULAR NEWS

No Content Available

EDITOR'S PICK

Urgensi Pengesahan RUU KKS di Kalangan Akademisi dan DPR

Urgensi Pengesahan RUU KKS di Kalangan Akademisi dan DPR

May 12, 2026
Dokter Magang di RS Jambi Meninggal, Kemenkes Kirim Tim Untuk Investigasi

Dokter Magang di RS Jambi Meninggal, Kemenkes Kirim Tim Untuk Investigasi

May 3, 2026
Banjir Merendam 4 Kecamatan di Tebing Tinggi dengan 3539 Warga Terpengaruh

Banjir Merendam 4 Kecamatan di Tebing Tinggi dengan 3539 Warga Terpengaruh

May 12, 2026
Pangkalpinang Wajibkan Seluruh Pelajar SMP Mengaji Quran di Masjid

Pangkalpinang Wajibkan Seluruh Pelajar SMP Mengaji Quran di Masjid

May 11, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Puan Perintahkan Penyidikan Pembubaran Nobar Film Pesta Babi
  • Novel Kritik Tajam terhadap Hakim Militer dan Eks Kabais dalam Kasus Andrie Yunus
  • Polisi Akan Memanggil Hakim dan Dosen UGM Terkait Pengurus Daycare Aresha
  • Fabio Lefundes Sindir Habis Bensin, Borneo FC Terus Kejar Gelar!
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In