• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Wednesday, September 16, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Health

Mengantar Anak ke Neraka Seperti yang Saya Rasakan

Malino SPDI by Malino SPDI
August 26, 2026
in Health
0
Mengantar Anak ke Neraka Seperti yang Saya Rasakan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Imedia Dwi Anjani, seorang ibu berusia 38 tahun, mengungkapkan penyesalannya menjaga putranya di Daycare Little Aresha. Pengakuan ini disampaikan di sidang lanjutan kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak yang diadakan di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Dalam sidang yang berlangsung pada 25 Agustus, Imedia hadir sebagai salah satu saksi. Saat ditanya oleh Ketua Majelis Hakim, ia mengaku merasa sangat dirugikan oleh peristiwa yang terjadi di daycare tersebut.

READ ALSO

Kasus ISPA Naik, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September

Tim Khusus Dikirim untuk Cari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

“Rasa penyesalan ini sangat mendalam, seolah saya mengantarkan anak saya ke neraka,” ujarnya. Imedia merasa kepercayaannya kepada daycare yang seharusnya memberikan perlindungan justru mengecewakan.

Pengalaman Tragis Seorang Ibu yang Percaya pada Daycare

Putranya, yang berinisial B, dititipkan di daycare tersebut sejak usia 3 tahun 2 bulan hingga 4,5 tahun. Selama di sana, B berada di kelas Pra-TK dan didiagnosis dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) ringan.

Imedia memilih daycare ini karena Diyah Kusumastuti, ketua yayasan, menyatakan bahwa Little Aresha menerima anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ia merasa positif terhadap pelayanan yang ditawarkan, termasuk fasilitas memadai dan pengasuh yang profesional.

Biaya yang dikeluarkan Imedia juga terbilang cukup tinggi, dengan pendaftaran dan biaya bulanan yang totalnya mencapai lebih dari Rp2 juta. Ia percaya bahwa anaknya berada di tempat yang aman dan terawat.

Namun, kenyataan jauh berbeda. Selama menitipkan B, Imedia hanya mendapatkan laporan kegiatan anak melalui dokumentasi. Ia merasa terasing karena dilarang memasuki area daycare.

Saat mengamati, Imedia mendapati putranya mengalami luka-luka. Meski demikian, pihak daycare memberi penjelasan yang terkesan menyalahkan anak, seolah-olah luka tersebut disebabkan oleh tindakan konyol B sendiri.

Pembongkaran Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha

Pada 24 April 2026, Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan di daycare tersebut. Imedia melihat video yang mengerikan, di mana anaknya tampak diikat di engsel pintu tanpa pakaian, hanya dengan diapers.

Dalam video tersebut juga terlihat anak-anak lain dalam kondisi serupa, dan Imedia mulai meragukan keselamatan putranya. Ia mencatat adanya perubahan perilaku pada B, seperti agresivitas yang meningkat.

Sejak saat itu, Imedia berusaha memahami kondisi putranya lebih dalam. Ia mencurahkan perhatian kepada segala perubahan perilaku, dari lari-lari hingga mengikat kayu, dengan harapan bisa menjelaskan kepada putranya yang belum bisa berkomunikasi dua arah.

Imedia akhirnya bertanya kepada teman-teman B di daycare dan menerima konfirmasi mengejutkan. Beberapa anak melaporkan bahwa mereka juga mengalami tindakan serupa, seperti diikat dan dikurung.

Dengan pengakuan dari para orangtua lainnya, Imedia mencoba mengumpulkan bukti untuk menunjukkan bahwa tindakan semacam itu terjadi di daycare. Ia menulis pertanyaan di grup WhatsApp dan mendapatkan respons yang konsisten mengenai perlakuan buruk terhadap anak-anak mereka.

Keterlibatan Anak Lain yang Menderita Kekerasan Serupa

Selama persidangan, kesaksian dari sepuluh ibu lainnya terungkap, yang juga mengeluhkan perlakuan tidak manusiawi di Daycare Little Aresha. Mereka berbagi pengalaman anak-anak mereka yang mengalami perubahan perilaku drastis.

Beberapa orangtua melaporkan bahwa anak-anak mereka mulai membenturkan kepala ke dinding atau lantai, menunjukkan kebiasaan agresif yang tidak wajar. Ada juga yang menolak untuk mengenakan baju karena trauma emosional yang dialami.

Di setiap kesaksian, ada pola perilaku yang sama, di mana anak-anak mulai menunjukkan tindakan menyakitkan, baik kepada diri mereka sendiri maupun kepada orang tua. Hal ini mengindikasikan bahwa pengalaman di daycare mungkin memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan mental mereka.

Jaksa penuntut umum mendakwa sebelas pengasuh dengan tiga tuduhan serius, termasuk penelantaran, kekerasan, dan diskriminasi terhadap anak. Kutipan dari beberapa orang tua menunjukkan bahwa tindakan tidak manusiawi ini mengarah pada konsekuensi yang sangat mengkhawatirkan.

Sidang ini melibatkan beberapa terdakwa, termasuk Diyah Kusumastuti dan kepala sekolah, Anita Palupy Indahsari. Mereka dituduh melakukan berbagai pelanggaran yang berkaitan dengan perlindungan anak dan sistem pendidikan nasional.

Putusan Sidang yang Ditunggu-tunggu dan Harapan bagi Masa Depan Anak-anak

Sidang ini sangat ditunggu-tunggu oleh semua pihak yang terlibat. Sidang lanjutan direncanakan pada 3 September untuk melanjutkan pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Keluarga dari anak-anak yang terlibat berharap bahwa keadilan akan segera ditegakkan.

Dalam proses hukum ini, diharapkan muncul kesadaran lebih lanjut mengenai perlunya perlindungan anak di tempat penitipan. Pengalaman pahit ini berhasil menarik perhatian banyak orang untuk lebih menyelidiki dan memberikan perhatian terhadap kondisi anak-anak yang lebih rentan.

Ke depan, diharapkan masyarakat dapat lebih kritis dalam memilih tempat untuk menitipkan anak, dengan memperhatikan reputasi dan izin operasional setiap daycare. Dana yang diinvestasikan juga sebaiknya sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan.

Sebagai penutup, kasus ini menggambarkan pentingnya pemantauan dan perlindungan anak di semua lini. Ketelitian dalam memilih tempat penitipan anak adalah langkah pertama untuk memastikan masa depan yang lebih baik dan aman bagi generasi mendatang.

Tags: AnakMengantarNerakaRasakanSayaSepertiyang

Related Posts

Kasus ISPA Naik, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September
Health

Kasus ISPA Naik, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September

September 9, 2026
Tim Khusus Dikirim untuk Cari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Health

Tim Khusus Dikirim untuk Cari 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

September 8, 2026
Banjir Menggenangi 16156 Rumah di Muratara Sumsel dan Menewaskan 1 Balita
Health

Hujan Lebat Menyebabkan Banjir di Tiga Wilayah Sumut, Ribuan Warga Terpengaruh

September 8, 2026
Kebakaran Hutan Gunung Semeru Padam, Hanguskan 3.072 Hektare Lahan
Health

Kebakaran Hutan Gunung Semeru Padam, Hanguskan 3.072 Hektare Lahan

September 7, 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Terus Berlanjut
Health

Erupsi Gunung Anak Krakatau Terus Berlanjut

September 7, 2026
Foto Jakarta Menyemprot Jalan untuk Mitigasi Abu Vulkanik Anak Krakatau
Health

Foto Jakarta Menyemprot Jalan untuk Mitigasi Abu Vulkanik Anak Krakatau

September 6, 2026
Next Post
Stabilitas Fiskal dan Moneter Ditekankan untuk Pertumbuhan Ekonomi Menurut Aida S Budiman

Stabilitas Fiskal dan Moneter Ditekankan untuk Pertumbuhan Ekonomi Menurut Aida S Budiman

POPULAR NEWS

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

Inflasi Juli 2,88 Persen Menurut Mendagri Masih dalam Rentang Ideal

August 10, 2026
Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

Wamenpar Hadiri Festival Lembah Baliem Sebelum Terjadi Insiden Penembakan

August 8, 2026
Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

Menko Polkam Pastikan Upaya Pembebasan WNI yang Diculik oleh Israel

May 21, 2026
Massimiliano Allegri Menjadi Pelatih Baru Napoli Setelah Dipecat dari AC Milan

Massimiliano Allegri Menjadi Pelatih Baru Napoli Setelah Dipecat dari AC Milan

May 29, 2026
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 Mei 2026 di Antam Pegadaian dan Hartadinata

May 16, 2026

EDITOR'S PICK

Tutup Pidato 2 Jam, Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada PDIP Sebagai Oposisi

Tutup Pidato 2 Jam, Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada PDIP Sebagai Oposisi

May 20, 2026
Bos Blueray Inkrah, Nasib Dirjen Bea Cukai dan Dedi Congor?

Bos Blueray Inkrah, Nasib Dirjen Bea Cukai dan Dedi Congor?

July 18, 2026
Surati BGN PDIP Minta Data Kader Terkait Program MBG

Surati BGN PDIP Minta Data Kader Terkait Program MBG

July 2, 2026
120 Rumah di Tamansari Masih Tanpa Septic Tank

120 Rumah di Tamansari Masih Tanpa Septic Tank

July 6, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Kasus ISPA Naik, Banten Perpanjang PJJ Hingga 11 September
  • Sertifikasi Halal Pipa Vinilon Diterbitkan oleh BPJPH secara Resmi
  • Program MBG di Sumut Harus Terus Berjalan untuk Kebutuhan Daerah
  • Febrie Heran soal Pemeriksaan Tersangka Menggunakan Rujukan Instansi Lain
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In