Pembangunan Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, menyimpan harapan besar untuk mengurai kemacetan yang selama ini mengganggu lalu lintas. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menilai flyover ini dapat mengurangi kemacetan hingga 40 persen dan berharap peresmiannya pada Desember 2026 berjalan tepat waktu.
Kenneth menyampaikan hal tersebut saat meninjau pembangunan flyover bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Proyek ini merupakan hasil dari serangkaian kajian yang diminta Kenneth setelah mendengar keluhan warga mengenai kemacetan yang mengganggu mobilitas sehari-hari.
Setelah proses kajian yang cukup mendalam, polisi lalu lintas serta pihak terkait lainnya dilibatkan untuk mengevaluasi kondisi di lapangan. Pembangunan flyover ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masalah transportasi di wilayah tersebut.
Mengatasi Kemacetan di Pedestrian dengan Infrastruktur Modern
Pembangunan Flyover Latumenten berawal dari keinginan untuk memberikan kemudahan akses bagi warga sekitar. Banyak warga yang mengeluhkan kemacetan yang diakibatkan oleh perlintasan kereta api yang padat dan tidak teratur. Sejak tahun lalu, permintaan untuk solusi konkret mulai mengemuka.
Kenneth menekankan pentingnya melakukan kajian menyeluruh sebelum memulai pembangunan. Setelah siklus tersebut selesai, proyek ini akhirnya dimasukkan ke dalam proses lelang dan dikerjakan. Melalui pendekatan yang terstruktur, harapannya hasilnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat.
Flyover ini direncanakan tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya. Dengan itu, pengguna transportasi dapat berganti moda dengan lebih mudah dan efisien.
Pentingnya Integrasi Moda Transportasi di Jakarta
Flyover Latumenten akan terhubung dengan moda transportasi umum, seperti KRL Commuter Line dan Transjakarta. Selain itu, pembangunan skywalk juga direncanakan agar penumpang dapat berpindah moda transportasi dengan nyaman. Hal ini menjadi sangat penting bagi mobilitas masyarakat di Jakarta yang semakin meningkat.
Dari segi aksesibilitas, rancangan flyover ini juga mempertimbangkan penyandang disabilitas. Dengan adanya lift dan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang ramah disabilitas, harapannya adalah semua pengguna jalan dapat merasakan kemudahan yang sama.
Gubernur Pramono menyoroti bahwa kemacetan yang terjadi di kawasan Grogol, Pluit, dan Slipi memang cukup serius. Sejak proyek diusulkan, ia langsung menjadikannya sebagai prioritas utama guna meringankan beban lalu lintas di jalanan yang kritis.
Progres dan Anggaran Pembangunan Flyover Latumenten
Progres pembangunan Flyover Latumenten saat ini telah mencapai 55,2 persen. Dengan total anggaran pembangunannya mencapai Rp259 miliar, Kenneth berharap proyek ini bisa rampung sesuai dengan jadwal yang direncanakan pada tanggal 15 Desember 2026. Dengan demikian, masyarakan bisa segera merasakan dampak positifnya.
Panjang flyover yang mengarah ke Slipi mencapai 435 meter, sedangkan panjang yang mengarah ke Grogol adalah 420 meter. Kedua arah tersebut memiliki lebar 11 meter dan dirancang untuk menampung dua lajur kendaraan umum serta satu lajur khusus busway.
Pembangunan flyover ini tentunya menjadi langkah maju dalam meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi di DKI Jakarta. Dengan melihat kemajuan yang ada, harapan untuk menyingkirkan kemacetan di kawasan tersebut bisa terealisasi lebih cepat.
















