• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Friday, June 12, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Tekno

Prajurit TNI Penyirami Air Keras Andrie Yunus Terlalu Berlebihan

Malino SPDI by Malino SPDI
May 13, 2026
in Tekno
0
Prajurit TNI Penyirami Air Keras Andrie Yunus Terlalu Berlebihan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sersan Dua Edi Sudarko, seorang prajurit TNI dari Badan Intelijen Strategis, mengalami situasi yang penuh ketegangan saat terlibat dalam sebuah rapat yang dihadiri Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan. Dalam rapat tertutup tersebut, Edi mengklaim bahwa Andrie Yunus bertindak berlebihan, sehingga menciptakan ketegangan di antara mereka.

Ketegangan ini mengarah pada rencana Edi untuk memberikan “pelajaran” kepada Andrie setelah merasa terprovokasi. Selama pemeriksaan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Edi membagikan kronologi peristiwa yang menimbulkan insiden tersebut.

READ ALSO

Hasto PDIP Menjadi Dosen Tetap di Universitas Bung Karno

KPK Periksa Heri Black Terkait Kasus Bea Cukai Lagi

Dalam sidang tersebut, Edi menyampaikan rasa ketidaksukaannya terhadap Andrie, yang dianggapnya arogan. Ia merasa kehormatan TNI diinjak-injak oleh tindakan Andrie, yang semakin memperburuk suasana di dalam rapat.

Langkah-Langkah yang Diambil Edi dan Kawan-Kawan

Setelah merasakan emosi yang mendalam, Edi berinisiatif untuk membahas perasaannya dengan rekan-rekannya. Ia mengajak Terdakwa II, Letnan Satu Budhi, untuk berkomunikasi mengenai tindakan yang ingin ia ambil terhadap Andrie. Diskusi ini berlangsung setelah mereka menunaikan Salat Zuhur.

Persepsi negatif Edi terhadap Andrie semakin menguat ketika ia menunjukkan video interupsi Andrie kepada para rekan di mes. Dalam pertemuan tersebut, Edi mengungkapkan keinginannya untuk memukul Andrie. Sayangnya, saran dari Budhi justru mengarah pada tindakan yang lebih ekstrem.

Tindakan Edi dan Budhi mengarah pada rencana serangan yang lebih terencana, termasuk penyerangan menggunakan air keras. Rencana ini menunjukkan bahwa ketegangan emosional telah berkembang menjadi niatan yang lebih serius.

Pelaksanaan Rencana di Malam Hari

Dalam pelaksanaannya, Edi dan kawan-kawan melancarkan aksi mereka di dekat Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Mereka mengendarai sepeda motor Nandala dan mempersiapkan diri untuk menyiram air keras ke arah wajah Andrie. Tindakan ini mencerminkan intensi untuk memberikan balasan bukan hanya sekadar ancaman, tetapi bertindak dengan kekerasan.

Ketika ditanya oleh Oditur tentang pemahaman Edi terhadap dampak dari penyiraman air keras, ia mengaku tidak mengetahui risiko yang menyertainya. Ini menunjukkan tingkat pemikiran yang kurang matang dalam mengambil keputusan ekstrem.

Tindakannya pun berujung pada kasus hukum, di mana Edi dan rekan-rekannya harus dihadapkan pada tuduhan penganiayaan. Dalam proses hukum ini, bukti-bukti dan fakta-fakta yang ada dihadapkan di depan majelis hakim.

Proses Hukum yang Dipertanyakan

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah ketidakhadiran Andrie selama proses hukum berlangsung. Ia masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat serangan yang dialaminya. Hal ini membuat situasi menjadi rumit, terutama saat majelis hakim mencari keterangan darinya sebagai korban.

Majelis hakim berusaha mendapatkan keterangan dari Andrie, namun pengacara Andrie menolak karena mereka tidak yakin dengan integritas pengadilan militer. Penolakan ini diungkapkan dengan alasan bahwa pengadilan tersebut tidak dapat mempertahankan keadilan yang diinginkan.

Situasi ini menciptakan ketidakpastian dalam penegakan hukum, terutama bagi Andrie yang menjadi korban. Dalam pandangan tim advokasi, ada kekhawatiran mengenai dampak dari impunitas terhadap kasus ini.

Dengan adanya berbagai dinamika ini, kasus Edi dan rekan-rekannya tidak hanya mengungkapkan sisi gelap dari tindakan kekerasan, tetapi juga tantangan dalam sistem hukum yang ada. Di satu sisi, proses hukum harus berjalan dengan adil, namun di sisi lain, korban yang harus mendapatkan keadilan juga belum terwujud sepenuhnya.

Keseluruhan insiden ini mencerminkan kompleksitas hubungan antara hukum, kekuasaan, dan keadilan. Dengan harapan bahwa kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih menghargai proses hukum yang ada tanpa harus mengorbankan integritas individu lain.

Tags: AirAndrieBerlebihanKerasPenyiramiPrajuritTerlaluTNIYunus

Related Posts

Hasto PDIP Menjadi Dosen Tetap di Universitas Bung Karno
Tekno

Hasto PDIP Menjadi Dosen Tetap di Universitas Bung Karno

June 12, 2026
KPK Periksa Heri Black Terkait Kasus Bea Cukai Lagi
Tekno

KPK Periksa Heri Black Terkait Kasus Bea Cukai Lagi

June 11, 2026
Hakim PN Cilacap Diberhentikan dan Menerima Pensiun karena Kasus Suap
Tekno

Hakim PN Cilacap Diberhentikan dan Menerima Pensiun karena Kasus Suap

June 11, 2026
Penyiram Air Keras Divonis Bersalah, 2 TNI Dipecat
Tekno

Penyiram Air Keras Divonis Bersalah, 2 TNI Dipecat

June 10, 2026
Investigasi KPK dan Polri dalam Kasus Bupati Muara Enim
Tekno

Investigasi KPK dan Polri dalam Kasus Bupati Muara Enim

June 10, 2026
Bupati Muara Enim Jadi Tersangka, KPK Amankan Uang Rp2 Miliar
Tekno

Bupati Muara Enim Jadi Tersangka, KPK Amankan Uang Rp2 Miliar

June 9, 2026
Next Post
Suara di PSI yang Harus Dikeluarkan

Suara di PSI yang Harus Dikeluarkan

POPULAR NEWS

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
Polisi Berikan Penjelasan Mengenai Pocong Duduk yang Viral di Teras Warga Depok

Polisi Berikan Penjelasan Mengenai Pocong Duduk yang Viral di Teras Warga Depok

May 24, 2026
Pengemudi Tabrak Pedagang Buah di Jaktim Resmi Jadi Tersangka

Pengemudi Tabrak Pedagang Buah di Jaktim Resmi Jadi Tersangka

May 6, 2026
Debottlenecking Dapat Percepat Investasi Hingga 30 Miliar Dolar AS

Debottlenecking Dapat Percepat Investasi Hingga 30 Miliar Dolar AS

May 13, 2026
19 WNI Ditangkap di Arab Saudi Karena Melanggar Hukum Haji

19 WNI Ditangkap di Arab Saudi Karena Melanggar Hukum Haji

May 17, 2026

EDITOR'S PICK

Tren Baru Ditemukan Polisi dalam Peredaran Narkoba

Tren Baru Ditemukan Polisi dalam Peredaran Narkoba

May 15, 2026
Emak-emak Cengkareng Diperampok dengan Senpi oleh Kelompok Curanmor di Rumah

Emak-emak Cengkareng Diperampok dengan Senpi oleh Kelompok Curanmor di Rumah

June 9, 2026
Massa Buruh Ramai di Gedung DPR, Lalu Lintas Tetap Lancar

Massa Buruh Ramai di Gedung DPR, Lalu Lintas Tetap Lancar

May 1, 2026
Harga Laptop Naik Rp4 Juta per Unit, Kerugian RI Mencapai Rp5,2 Triliun

Harga Laptop Naik Rp4 Juta per Unit, Kerugian RI Mencapai Rp5,2 Triliun

May 13, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Pramono Harap Transaksi Jakarta Fair 2027 Mencapai Sembilan Triliun Rupiah
  • Kejagung Selidiki Potensi Tersangka Lain dalam Kasus MBG
  • Lonjakan Penjualan 37 Persen Catat Segmen Menengah Atas yang Kuat
  • Shakira Menghentak di Pembukaan Piala Dunia 2026
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In