• About
  • Get Jnews
  • Contcat Us
Friday, July 10, 2026
Gatranews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
  • Berita
  • Tekno
  • Bisnis
  • Health
  • Bola
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Travel
  • Entertainment
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Travel

Prajurit TNI Dihukum 10 Bulan Penjara Usai Aniaya Siswa SMP hingga Tewas

Malino SPDI by Malino SPDI
May 26, 2026
in Travel
0
Prajurit TNI Dihukum 10 Bulan Penjara Usai Aniaya Siswa SMP hingga Tewas
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengadilan Militer Tinggi I Medan baru-baru ini menguatkan vonis terhadap Sertu Riza Pahlivi, seorang anggota TNI, yang terlibat dalam kasus penganiayaan hingga mengakibatkan kematian seorang siswa berinisial MHS yang berusia 15 tahun. Vonis tersebut menetapkan hukuman penjara selama 10 bulan bagi Riza, yang dianggap terlalu ringan oleh beberapa pihak.

Keputusan ini diambil dalam sidang yang berlangsung pada 22 Januari 2026, dan majelis hakim yang dipimpin oleh Marsekal Pertama TNI Immanuel P Simanjuntak memutuskan untuk menolak permohonan banding yang diajukan oleh pihak pengacara korban. Banyak yang menganggap hukuman tersebut tidak adil dan tidak mencerminkan beratnya kasus yang terjadi.

READ ALSO

Polda Klarifikasi Insiden Santri Terbakar di Lombok yang Gagal di Podcast Densu

Prabowo Terima 3 Mantan PM Thailand Thaksin, Anaknya, dan Adiknya

Pada keputusan itu, majelis hakim menyatakan bahwa mereka menguatkan putusan dari Pengadilan Militer 1-02 Medan, yang sebelumnya menjatuhkan hukuman serupa. Hal ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai kalangan yang menuntut keadilan bagi keluarga korban.

Reaksi Keluarga Korban dan Pengacara

Keluarga korban, melalui kuasa hukum mereka LBH Medan, sangat mengecam keputusan yang diambil oleh Pengadilan Militer. Irvan Saputra, selaku kuasa hukum, menegaskan bahwa pihaknya baru diberitahu mengenai putusan tersebut 3 bulan setelah dibacakan, yang dianggap tidak transparan dan merugikan hak korban.

Menurut Irvan, keputusan ini menunjukkan bahwa sistem peradilan militer tidak memberikan keadilan yang seharusnya diperoleh oleh korban dan keluarganya. Dia juga menekankan bahwa Lenny Damanik, ibu dari MHS, berhak untuk mengajukan kasasi, tetapi hak itu hilang karena informasi putusan yang didapatkan terlambat.

Sebelumnya, pihak Oditur Militer menuntut agar Sertu Riza Pahlivi dijatuhi hukuman satu tahun penjara dengan denda yang substantif, namun putusan yang dijatuhkan ternyata lebih ringan dari yang dituntut. Hal ini membuat masyarakat semakin mempertanyakan integritas dan keadilan sistem peradilan militer.

Perdebatan Mengenai Hukum Militer

Kasus Sertu Riza ini telah menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat mengenai efektivitas dan keadilan hukum militer. Banyak yang berpendapat bahwa hukum militer cenderung memberikan perlindungan lebih untuk anggotanya, bahkan ketika terlibat dalam kejahatan berat.

Di satu sisi, ada yang merasa bahwa ketentuan hukum yang ada sudah cukup baik, tetapi di sisi lain, banyak yang merasa bahwa kasus ini mencerminkan adanya kejanggalan dalam penerapan hukum bagi anggota TNI. Diskusi mengenai reformasi hukum militer pun semakin menghangat di tengah-tengah isu ini.

Para aktivis hak asasi manusia juga berpendapat bahwa kasus-kasus serupa perlu ditangani dengan lebih serius dan objektif agar keadilan benar-benar dapat ditegakkan. Masyarakat menantikan langkah-langkah selanjutnya dari aparat hukum untuk memastikan tidak ada impunitas bagi pelanggaran hak asasi manusia.

Tindak Lanjut yang Diperlukan

Setelah putusan ini, banyak pihak berharap agar langkah-langkah hukum selanjutnya bisa diambil untuk mengoreksi stigma terhadap hukum militer. Reformasi diperlukan agar setiap pelanggaran hukum, terutama yang melibatkan kekerasan, tidak lagi dilihat sebelah mata.

Dalam konteks ini, transparansi dalam proses pengadilan menjadi sangat penting. Langkah komunikasi yang lebih baik antara aparat hukum dan masyarakat dapat membantu mencegah kebingungan yang terjadi dalam kasus-kasus semacam ini.

Diharapkan, ke depan, pihak-pihak yang berwenang dapat lebih responsif terhadap hak-hak korban dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan tanpa melihat status sosial atau jenis kelamin pelaku. Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan agar lebih peka terhadap kasus-kasus serupa.

Tags: AniayaBulanDihukumHinggaPenjaraPrajuritSiswaSMPTewasTNIUsai

Related Posts

Polda Klarifikasi Insiden Santri Terbakar di Lombok yang Gagal di Podcast Densu
Travel

Polda Klarifikasi Insiden Santri Terbakar di Lombok yang Gagal di Podcast Densu

July 10, 2026
Prabowo Terima 3 Mantan PM Thailand Thaksin, Anaknya, dan Adiknya
Travel

Prabowo Terima 3 Mantan PM Thailand Thaksin, Anaknya, dan Adiknya

July 10, 2026
24 Kematian di Sungai Uwe Wamena Papua Setelah Jembatan Gantung Runtuh
Travel

Tiga Pekerja Meninggal di Saluran Air Cipayung Jakarta Timur

July 9, 2026
Polisi Temukan Brankas Tersembunyi di Sentul Terkait Kasus Penyelundupan Batu Bara
Travel

Polisi Temukan Brankas Tersembunyi di Sentul Terkait Kasus Penyelundupan Batu Bara

July 9, 2026
Ono Surono dan KDM Sepakat Tidak Mengubah Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda
Travel

Ono Surono dan KDM Sepakat Tidak Mengubah Jawa Barat Menjadi Tatar Sunda

July 8, 2026
Ketua DPRD Tegaskan Usulan Perubahan Jabar Menjadi Tatar Sunda Belum Disetujui
Travel

Ketua DPRD Tegaskan Usulan Perubahan Jabar Menjadi Tatar Sunda Belum Disetujui

July 8, 2026
Next Post
KPK Selidiki Dugaan Gratifikasi Pegawai Kementerian Perhubungan

KPK Selidiki Dugaan Gratifikasi Pegawai Kementerian Perhubungan

POPULAR NEWS

Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

Perluasan Program Pengelolaan Sampah dan Dorongan UMKM Berkelanjutan di Indonesia

June 27, 2026
Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

Bahlil Berkomentar tentang Surat Pengusaha China kepada Prabowo

May 14, 2026
Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

Rakyat Desa Enggak Menggunakan Dolar

May 16, 2026
Skema Khusus Agar Vinicius Junior Bersinar di Piala Dunia 2026

Skema Khusus Agar Vinicius Junior Bersinar di Piala Dunia 2026

June 14, 2026
Investasi Properti Asia Pasifik Meningkat, Data Center dan Kantor Jadi Target Utama

Investasi Properti Asia Pasifik Meningkat, Data Center dan Kantor Jadi Target Utama

May 29, 2026

EDITOR'S PICK

Presiden Belarus Memilih Menginap di Istana Negara Bukan di Hotel

Presiden Belarus Memilih Menginap di Istana Negara Bukan di Hotel

July 2, 2026
Propam Selidiki Petugas Jaga Polres Kolaka Usai 11 Tahanan Melarikan Diri

Propam Selidiki Petugas Jaga Polres Kolaka Usai 11 Tahanan Melarikan Diri

July 3, 2026
Lowongan Kerja SKK Migas Dibuka, Pendaftaran Dimulai Hari Ini 7 Juli 2026

Lowongan Kerja SKK Migas Dibuka, Pendaftaran Dimulai Hari Ini 7 Juli 2026

July 8, 2026
IHSG Naik 1,49% di Sesi 1, Saham Konglomerat Menguat Lagi

IHSG Naik 1,49% di Sesi 1, Saham Konglomerat Menguat Lagi

June 2, 2026
Gatranews

Gatranews.co.id - Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya

Follow us

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Bola
  • Entertainment
  • Health
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Properti
  • Tekno
  • Travel

Recent Posts

  • Polda Klarifikasi Insiden Santri Terbakar di Lombok yang Gagal di Podcast Densu
  • Momen Pelepasan Jenazah Rachmat Gobel ke Taman Makam Pahlawan Kalibata
  • Tanam 600 Pohon untuk Pulihkan Habitat Elang Jawa di Bogor
  • Performa Lamine Yamal Belum Maksimal di Piala Dunia
  • Buy JNews
  • Landing Page
  • Documentation
  • Support Forum

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1
    • Home Page 2

© 2026 Berita Terkini Hari Ini, Kabar Aktual Terpercaya gatranews.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In